Like

Selasa, 13 November 2012

II. 2. Orientasi Sekolah Bahasa di Jantung kota Paris



Keesokan harinya, saya diantar ke sekolah bahasa yang terletak di daerah Paris 6 untuk mengikuti tes penempatan level bahasa. Bahasa prancis ini emang juara susahnya. Semua huruf tertulis terbuang percuma ketika kita membacanya. Sebelum mengikuti tes penempatan, saya sudah mengikuti kursus singkat di Pusat Kebudayaan Prancis beberapa tingkat demi mendapatkan tingkat yang lebih tinggi untuk melanjutkan sekolah bahasa di Prancis. Selain mahal biayanya, juga menghemat waktu karena tujuan saya setelah itu adalah melanjutkan pendidikan ke universitas negeri di Prancis.

Saya pun lulus tes penempatan di tingkat dasar menuju ke tingkat menengah. Not bad. Setelah itu bertemu dengan calon guru, yang ternyata sudah 15 tahun belakangan ini mengunjungi Indonesia setiap musim panas. Dia suka sekali dengan rokok kretek. Dengan percaya diri, dia bertanya kepada saya: “kamu menyelipkan sebungkus rokok kretek, nggak, di kopermu?” Saya: Hah? Ya, nggaklah. Saya tidak merokok”. “Rugi”, balesnya sambil terkekeh. Kami pun langsung akrab. Selama obrolan belasa menit, akhirnya kami berpisah dan saling mengucapkan kata selamat tinggal dan akan bertemu di kelas pertama minggu depan.

Setelah itu, pihak sekolah mengajak saya berkeliling memberikan orientasi lingkungan sekolah. Sekolah ini merupakan sebuah institut katolik yang juga setara dengan tingkat universitas. Mereka membuka program sekolah bahasa yang setara dengan standar kurikulum universitas. Jadi, sekolah bahasa di institut ini tidak bisa main-main seperti halnya kami mengikuti kursus bahasa di tempat kursus biasa. Insitut ini lebih membiasakan para murid belajar seperti menuntut ilmu di bangku kuliah.

Saya terpesona dengan ruangan kelasnya yang besar, bersih dan kokoh dengan bangku-bangku kayu yang terlihat tua tapi masih elegan, juga jendela yang berukuran panjang dan lebar menyerupai pintu. Saya rasa, saya pun bisa berdiri tegak di jendela. Asal tidak terjun, saja, sih.

Lalu ruangan perpustakaan yang memanjakan para mahasiswa untuk berlama-lama disana. Meja belajar yang terukir antik, dilengkapi lampu tempel yang usianya mungkin sudah belasan bahkan puluhan tahun tetapi masih terawat. Fasilitas komputer yang tersedia juga terbilang lengkap dengan printer dan scanner.

Kami menuju kantin yang terbilang modern dan bersih. Ketika menuju kapel, kami menyeberangi taman yang di tengah-tengahnya ada air mancur serta jenis bunga yang bisa tumbuh di musim dingin di sekelilingnya. Indah sekali. Sekeliling taman juga dipagari oleh pohon-pohon rindang dan bangku taman di antaranya. 

Arrggghhh..saya terpesona dengan lingkungan sekolah yang memberikan hawa belajar dan memanjakan para mahasiswa dengan segala fasilitasnya. Belum lagi saya terkagum-kagum dengan fasilitas dormitori yang terletak di kompleks universitas. Bangunan tua yang masih kokoh dan terawat ini rasanya sulit dipercaya bahwa usianya sudah ratusan tahun. Banyak hantunya, nggak, ya

Rasanya ingin cepat-cepat minggu depan memulai hari saya sebagai mahasiswa di sekolah ini.

(Untuk pihak sekolah bahasa Institut Catholique de Paris)

Cerita Lanjutan:
http://puruhita-journey.blogspot.mx/2012/11/ii-3-orientasi-paris.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar