Like

Selasa, 26 Maret 2013

IX. 8. Bagi para Wanita Latin, Penampilan Fisik Nomer 1?


Kali ini cerita tentang perempuan.

Di butir bab sebelumnya, saya bercerita tentang fenomena operasi plastik, yang banyak dilakukan oleh para wanita latin. Saat ini, saya ingin berbagi tentang gaya wanita latin secara garis besar dan bagaimana mereka di dalam kehidupan sehari-hari.

Kehidupan sehari-hari wanita latin pada umumnya hampir sama dengan kehidupan sehari-hari para wanita di seluruh dunia. Dari mengurus rumah, anak dan suami. Banyak juga di antara mereka yang bekerja dan berkarier namun tetap menomorsatukan kehidupan rumah tangga.

Budaya machisme atau budaya yang lebih menganggap laki-laki mempunyai kedudukan penting dalam masyarakat latin, mengingatkan saya juga akan posisi wanita di Indonesia. Laki-laki sebagai kepala rumah tangga (pada umumnya, waaupun saat ini juga banyak istri bekerja dan bergantian para suami menjaga anak dan mengurus rumah) dan istri harus patuh pada suami.

Ilustrasi para Wanita Latin yang saya temui selama penjelajahan.

Yang ingin saya bagi disini adalah tetap saya melihat sedikit keanehan tentang para wanita latin pada kehidupan sehari-hari. Karena selama di amerika latin saya banyak pecicilan di Brazil dan Venezuela, maka saya akan berbagi cerita tentang pengalaman atau kejadian yang saya lihat di depan mata sendiri. Lagi-lagi, sih, ini dilihat dari sudut pandang pribadi, ya.

Gaya Dandanan : Dari Hak Tinggi sampai Warna Baju Full Colours

Selama pecicilan di Amerika Latin, mayoritas para wanita itu tampil seksi dan sempurna, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Yang paling juara adalah kebanyakan dari mereka berani mengenakan sepatu hak super tinggi. Tak peduli ketika banyak jalan atau naik kendaraan umum. Hidup hak tinggi! Saya Cuma bingung, bagaimana mereka bisa menahan kaki dengan aktivitas yang dilakukan dengan banyak jalan kaki? Mungkin memang sudah bawaan orok, ya.

Yang tak kalah menarik perhatian saya juga adalah mengenakan baju lebih dari 3 warna. Kesannya musim panas sepanjang tahun atau ingin mengesankan jiwa yang bebas dan ceria. Mungkin juga, sih. Juga dari model baju, yang penting seksi. Dalam artian belahan dada dan bokong harus kelihatan. Nah, gimana para lelaki nggak cuci mata, coba?

Dari Kuku Cantik sampai Bulu Mata Bling-bling

Jangan salah kalau kuku cantik dengan cat kuku warna-warni serta bulu mata bling-bling menjadi dandanan andalan sehari-hari para wanita lain. (Ngebayang nggak, bagaimana dandanan mereka jika ke pesta?) Tidak peduli apapun profesi mereka dari sekretaris, dosen sampai tukang sayur di pasar-pasar tradisional.

Wow! Dari awalnya yang super takjub melihat penampilan mereka, lama-lama menjadi biasa. Ditambah ketika saya tinggal di Caracas. Bahkan si mbak teller di sebuah bank, tak segan-segan memoles kukunya di tengah-tengah kesibukan melayani nasabah di loket! Ck..ck..hebring pisan!

Lain dengan sebagian besar para wanita di Mexico, yang benar-benar juara berdandan di transportasi umum (bus dan kereta bawah tanah). Mereka berpacu dengan waktu dengan berdandan di perjalanan. Tidak banyak di antara mereka yang menggunakan bulu mata bling-bling. Mereka tetap menggunakan bulu mata asli dan menggunakan sendok kecil untuk melentikkannya. Wow, yang kedua kalinya.

Pertanyaan saya dalam hati ketika melihat fenomena tersebut adalah berapa banyak waktu yang mereka perlukan untuk berdandan setiap harinya? Lalu berapa kali mereka pergi ke salon kecantikan untuk perawatan tubuh, rambut dan kuku?

Kalau kami (saya dan teman-teman Indonesia dan teman-teman asing lainnya berkumpul) membicarakan fenomena para wanita latin yang begitu memerhatikan penampilan, dengan isengnya kami bertanya-tanya sendiri apakah mereka juga memikirkan isi otak dan memperkaya pikirannya? Misalnya dengan menambah pengetahuan dan pendidikannya. Karena, maaf aja, nih, seringnya mereka kurang nyambung misalnya kami membicarakan topik yang sedikit berat atau memerlukan diskusi dan sedikit debat. Walaupun lagi-lagi tidak semuanya wanita latin seperti itu, sih. Di belahan dunia manapun, seperti fenomena ada persamaan dan perbedaannya. Dan menurut saya, semuanya menarik untuk memperkaya pengalaman batin kita sendiri.

Oh iya, perlu dicatat bahwa harga salon kecantikan tidak terlalu mahal dibandingkan dengan harga salon di Indonesia. Bedanya, di Amerika Latin tidak ada pelayanan pijat tradisional dan mandi rempah. Hihi…


Ditujukan untuk seluruh wanita di dunia yang pernah saya jumpai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar