Like

Sabtu, 29 Maret 2014

XIII. 20. Mexico (19): Mengarungi Chiapas, Jantung Peradaban bangsa Maya di Mexico (1)


Mexico adalah negara yang terletak di amerika utara, yang berbatasan langsung dengan Amerika Serikat di sebelah utara dan berbatasan langsung dengan Guatemala di bagian tenggara. Terkenal dengan banyaknya peninggalan-peninggalan Peradaban penting dunia, yaitu Maya dan Aztec, Mexico juga dikenal masih ´menyimpan´ suku-suku indian yang masih tinggal di pedalaman.

Penasaran untuk mengenal peradaban suku indian lebih lanjut? 

Datanglah ke Propinsi Chiapas! Propinsi yang dikenal dengan penghasil kopi terbesar di Mexico ini terletak di tengah-tengah negara Mexico, yang berbatasan langsung dengan Propinsi Oaxaca (yang sudah saya tulis beberapa waktu di ¨Talk About´ Daily Sylvia) di bagian barat dan berbatasan langsung dengan Propinsi Tabasco di bagian utara, berbatasan dengan Propincis Yucatan di bagian timur laut dan berbatasan langsung dengan Guatemala di bagian timur serta terltak di pinggir Lautan Pasifik di bagian selatan.

Keturunan bangsa Maya

Penduduk Indian yang mendiami wilayah hutan dan pegunungan yang tersebar di Propinsi Chiapas, dipercaya masih keturunan bangsa Maya. 


Suasana di pasar tradisional. Disini kita bisa melihat wajah-wajah asli penduduk Chiapas yang khas. Kami nemu rambutan nih.

Selain bentuk wajah dan fisik mereka yang memang sangat khas indian ala bangsa Maya, mereka juga masih menggunakan bahasa daerah berdasarkan masing-masing suku. 

Banyak di antara mereka yang tidak bisa berbahasa spanyol. Dari banyaknya suku indian yang masih mendiami Chiapas, saya hanya mendengar dan melihat langsung suku Tzotziles yang turun dari pegunungan ke kota San Cristobal de Las Casas untuk menjual barang dagangannya.

Karena didukung oleh alamnya, sebagian besar penduduk indian Propinsi Chiapas masih melakukan pekerjaan bertani, bercocok tanam dan berladang. Hasil bumi mereka adalah aneka macam cabai, kopi, jagung, ubi dan kacang merah. Untuk hasil kerajinan, mereka memanfaatkan sisa-sisa dari alam. Misalnya kulit jagung, biji-bijian dan dedaunan. Sangat kreatif. 

Sayangnya, sebagian besar wilayah Chiapas tidak mempunyai listrik yang memadai sampai ke daerah pedalaman. Gaya hidup mereka dikenal amat sederhana dan menurut cerita pemandu wisata yang tidak sengaja saya temui, Propinsi Chiapas termasuk propinsi yang paling miskin di Mexico. Miris, ya?

Banyak tempat menarik di Chiapas tapi kami hanya berhasil mengunjungi 6 (tujuh) tempat menarik. Apa saja?

1.      San Cristobal de Las Casas, kota cantik di jantung Chiapas

Yang menarik di San Cristobal de Las Casas adalah arsitektur kota yang unik, tertata rapi dan dengan cat berwarna-warni. Terletak di ketinggian 2100 meter dari permukaan laut, membuat hawa kota ini berubah brutal dari siang yang super panas ke malam hari yang super dingin. Disini, nih, para penduduknya populer menggunakan poncho dari bulu domba asli. Dijamin hangat.

San Cristobal de Las Casas dilihat dari ketinggian. Warna kuning, krem dan merah bata mendominasi arsitektur kota sejuk ini.
 
Kami banyak menjumpainya arsitektur bangunan bergaya barok yang memang dibangun di abad ke-17 oleh bangsa Spanyol, yang saat ini menjadi daya tarik kota kolonial ini. Di berbagai sudut, kami menjumpai berbagai macam turis dari seluruh penjuru dunia, para relawan asing yang tergabung pada beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang membantu kehidupan dan keterampilan suku-suku indian sekitar kota San Cristobal de Las Casas ataupun suku Tzotziles yang turun dari gunung untuk menjajakan barang-barang dagangan mereka di pasar pusat kota.

Transaksi tawar menawar terbilang cukup unik disini karena penduduk indian Chiapas tidak berbahasa spanyol, jadi dengan bentuk fisik mata uang lokallah kami melakukan transaksi. 

Saat kami di pasar seni membeli hasil kreativitas penduduk setempat. Yang murah..yang murah...

Yang tidak kalah seru adalah, ketika mereka tidak setuju dengan harga yang kami tawar, mereka ngedumel dengan bahasa mereka sendiri, yang tentunya hanya diketahui oleh mereka sendiri artinya. Sebagian besar para pedagang ini cukup baik hati, misalnya kita hanya menanyakan harga dan tidak jadi membeli. Yang unik juga adalah mereka mengenakan pakaian tradisional masing-masing suku setiap turun dari pegunungan.

Tahun 1994, San Cristobal bergejolak dengan gerakan Zapatista yang dipimpin oleh Marcos. Hal ini sempat menjadikan kota kolonial cantik ini sempat tegang beberapa hari. Walaupun setelahnya kembali normal dan penuh turis dari berbagai penjuru dunia.

2.       San Juan Chamula, oase suku Tzotziles

Salah satu kota indian menarik yang berjarak kurang lebih 10 km ke arah barat laut dari San Cristobal de Las Casas manyajikan pemandangan kota indian tradisional yang masih menjaga ketat tradisinya. 

Di pusat kota kecil ini, yang menjadi daya tarik utama adalah Gereja San Juan Bautista dengan arsitektur yang sederhana dan cat pinggiran pintu yang berwarna warni. Sebelum mengunjungi gereja ini, kami diharuskan membayar tiket masuk untuk perawatan gereja dan izin memotret dari luar gereja. Sedangkan di dalam gereja, kami tidak diperbolehkan untuk memotret karena cara berdoa mereka terbilang unik dari kebanyakan gereja pada umumnya sebagai tempat ibadah.

Gereja yang menjadi daya tarik karena warna dindingnya yang berwarna warni.. 

Gereja cantik yang didominasi warna putih, hijau dan biru ini merupakan tempat ibadah perpaduan kristiani dan indian. Kami dipandu oleh penduduk setempat yang kebetulan berbahasa spanyol. Ya, karena mayoritas penduduk kota San Juan Chamula berbahasa daerah asli. 

Ini nih arsitektur dan warna dinding gereja yang berwarna warni unik.

Di dalam gereja ini, tidak ada bangku.  Mereka menggunakan semacam rumput yang menyerupai daun pinus untuk alas duduk. Kebanyakan yang mendatangi gereja ini adalah penduduk indian Tzotziles yang memohon kesembuhan dari penyakit dengan membawa aneka sesajen, seperti ayam hidup, lilin bahkan minuman coca cola sebagai pengganti minuman alkohol yang populer di Peradaban Maya.

Letak Chiapas yang memang di jantung Mexico.

Roda kehidupan penduduk asli setempat yang menarik adalah pasar kaget di hari minggu, yang diadakan di lapangan luas di depan Gereja San Juan Chamula. Para penduduk saling menggelar dagangan dan tentu saja pemandangan ini menarik perhatian turis yang datang dari berbagai macam negara di dunia. 

Foto: Ita, Herman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar