Like

Tampilkan postingan dengan label Maya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Maret 2014

XIII. 26. Mexico (25): Berkelana ke Piramida Teotihuacán

Siapa yang tidak kenal dengan Mexico? Negeri ini terkenal dengan penghasil tequila, musik Mariachi, penghasil telenovela dan tanaman kaktus serta tentu saja ramalan Bangsa Maya yang meramalkan dunia akan berakhir 21 desember 2012. 

Juga bangsa Aztec yang terkenal dengan budaya pada zaman Hispanik-Amerika. Menurut beberapa sumber, ramalan bangsa Maya akan akhir dunia ini, tidak berarti dunia akan hancur lebur dan tak ada kehidupan lagi. Melainkan mereka menganggap bahwa hidup ini seperti siklus , seperti pergantian 4 musim setahun. Benarkah? Hanyalah waktu yang akan menjawabnya.

Selain itu, Mexico juga memiliki peninggalan sejarah yang kaya dan beragam, tersebar dari utara sampai selatan. Untuk mengenalnya lebih dekat, saya mengajak Anda untuk berkelana ke kota Teotihuacán, dimana terdapat Piramida, yang terletak di utara kota Mexico, yang berjarak kurang lebih 50 km dari ibukota yang dapat ditempuh 1 jam dengan kendaraan. Piramida yang terkenal dengan sebutan nama kotanya, Teotihuacán, dinobatkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Kemanusiaan pada tahun 1987.

Sejauh mata memandang kompleks Piramida Teotihuacán. Luas sekali, ya....

Menurut sejarah, Teotihuacán, berasal dari bahasa Aztec Nahuatl, atau ciudad de los dioses dalam bahasa spanyol atau yang artinya adalah kota para dewa. Kompleks Piramida ini sudah berdiri jauh sebelum bangsa Aztec berhasil menguasai kota ini, yaitu kira-kira 200 tahun SM. Sedangkan kejayaan bangsa Aztec (menurut sejarah) berada di puncaknya pada abad ke 14 – 16. Bangsa Aztec menganggap bahwa kompleks Piramida Teotihuacán adalah yang terpenting pada masanya.

Kompleks Piramida ini sangat luas. Saya tidak bisa menyebut luas persisnya. Sejauh mata memandang menurut orang awam, yang ada hanyalah barisan batu-batu berjejer rapi dengan ukuran dan luas yang berbeda. Tentu saja, saya membutuhkan panduan untuk mengenal kompleks Piramida ini, walaupun tidak perlu mengunjungi satu persatu. 

Di antara puluhan piramida yang berhasil ditemukan, ada 2 Piramida yang penting dikunjungi, yaitu : Pirámide del Sol (Piramida Matahari) dan Pirámide de la Luna (Piramida Bulan), serta Templo de Quetzalcoatl (kuil Ular berbulu) yang berada di kompleks Ciudadela atau Citadel. Pastinya kita akan melalui jalanan utama, La Calzada de los Muertos/Avenue of the Dead, yang menghubungkan Ciudadela dengan piramida-piramida yang tersebar di kompleks Piramida Teotihuacán.

Ciudadela dan Kuil Quetzalcoatl

Kuil Quetzalcoatl dan Ciudadela berada dalam satu kompleks. Di sekeliling kuil, ada beberapa piramida kecil yang mengelilinginya. Pada masa lalu, Ciudadala mempunyai peranan penting sebagai pusat administrasi, rumah kepala suku dan tentunya meeting point.

Kuil Quetzalcoatl

Pirámide de la Luna (Piramida Bulan)

Salah tempat suci di kompleks piramida ini adalah Piramida Bulan. Piramida dengan ketinggian 42 meter ini terletak di ujung La Calzada de los Muertos/Avenue of the Dead. Di depan piramida, ada arena luas yang berbentuk segiempat yang di sebut Plaza de la Luna. Dulunya, tempat ini dijadikan tempat upacara penting. Tentu saja pengunjung boleh menaiki tangga untuk melihat keindahan sekeliling kompleks piramida ini. 

Piramida Bulan (Piramida de la Luna).

Pemandangan yang kita temukan adalah panjang dan lurusnya La Calzada de los Muertos/Avenue of the Dead. Ketika berada di atas Piramida, saya berkata dalam hati : Wow, saya berhasil melintasi jalanan panjang itu –yang menurut saya— kira-kira lebih dari 5 km !

Pirámide del Sol (Piramida Matahari)

Piramida Matahari terletak di La Calzada de los Muertos/Avenue of the Dead, di antara Ciudadela dan Piramida Bulan. Piramida ini adalah yang paling tinggi di kompleks Piramida Teotihuacán. Dengan ketinggian 63,5 meter dan ratusan anak tangga, Piramida Matahari merupakan salah satu piramida yang paling banyak dikunjungi dan dinaiki dan tentunya adalah piramida yang paling penting di antara yang lain. Sama seperti Piramida Bulan, Piramida Matahari juga merupakan tempat suci pada masanya.

Piramida Matahari (Piramida del Solo). Untuk mencapai tingkat tertinggi dibutuhkan stamina dan nafas yang kuat. 

Selama kunjungan situs ini, yang menarik bagi saya adalah, tidak hanya kompleks Piramida yang begitu luas dan bersih, situs sejarah yang mengagumkan, penjelasan setiap situs dalam bahasa spanyol, inggris dan Nahuatl, tetapi juga ulah para pedagang yang tersebar di seluruh kompleks Piramida. Tersebar mulai pintu masuk, di Kuil Qeutzalcoatl, sepanjang La Calzada de los Muertos/Avenue of the Dead sampai piramida. 

Yang membuat saya takjub adalah hasil kerajinan tangan yang begitu memesona yang berasal dari bahan batuan obsidian –jenis batuan vulkanik—, menghasilkan patung dengan symbol bulan dan bintang, aneka topeng serta kerajinan tangan lainnya. Mereka tanpa lelah menawarkan barang dagangannya di tengah-tengah terik matahari. Kalau kita tidak tertarik, mereka tidak akan memaksa.

Cuaca di Teotihuacán sangat panas dan menyengat walaupun semilir angin dapat saya rasakan ketika berada di puncak Piramida Bulan dan Piramida Matahari. Beberapa saran saya adalah

  • Rajin berolahraga, minimal jalan kaki dan olah tubuh agar bisa menaklukkan situs nan luas ini.
  • Jangan malas membawa air minum, terutama air putih, karena jarang sekali Anda menemukan penjual air minum. Tempat yang luas dan panas serta kemungkinan kecil menemukan tempat berteduh, membuat kita cepat haus dan cepat capai. 
  • Bawalah topi dan kacamata hitam untuk melindungi wajah Anda dari sinar matahari yang sangat kuat.
  • Pakai sunblock untuk melindungi wajah dan bagian tubuh dari sinar matahari.




Sabtu, 29 Maret 2014

XIII. 21. Mexico (20): Mengarungi Chiapas, Jantung Peradaban bangsa Maya (2)



1.      Cañon del Sumidero: berpetualang di tengah-tengah keindahan alam

Chiapas terkenal dengan keindahan alamnya. Mengunjungi Cañon de Sumidero yang terletak sekitar 102 km bagian barat San Cristobal de Las Casas adalah pilihan yang tepat. Perjalanan menyaksikan keindahan Cañon del Sumidero dengan berlayar di atas Sungai Grijalva dengan perahu kecil, tidak terasa membosankan dengan jarak tempuh 64 km selama 2 jam.


Pemandangan ini diambil dari perahu dengan kapasitas kira-kira 20 orang. 

Sepanjang melewati tebing-tebing tinggi yang dibelah sungai Grijalva, kami melihat keindahan alam flora dan fauna yang beragam. Tak ketinggalan burung-burung berkicau sampai buaya yang sedang berdiam diri di airpun bisa kami abadikan dari perahu kecil yang kami tumpangi.


Ini dia tebing alami yang berbentuk seperti pohan Natal.

Di tengah-tengah perjalanan, kami melewati tebing tinggi yang jika musim hujan berfungsi sebagai air terjun dan tebing tersebut berbentuk menyerupai pohon Natal. Ini sungguh fenomena alam yang menakjubkan.

2.      Agua Azul,

Keindahan alam yang menakjubkan lainnya adalah perjalanan menuju Situs Palenque (situs tertua peninggalan Peradaban bangsa Maya yang pernah saya bahas beberapa waktu lalu di Daily Sylvia). Dari San Cristobal de Las Casas ke bagian arah utara sekitar 200 km, ada 2 (dua) tempat indah untuk dikunjungi, yaitu air Agua Azul, yang artinya air yang berwarna biru dan Cascada Misol – Há atau air terjun Misol – Há.

Agua Azul mempunyai daya tarik yang membuat pengunjung ingin segera ´nyebur´ berbaur dengan kebiruannya yang indah. Warna ajaib ini benar-benar kado dari alam. Penduduk setempat mengatakan bahwa bulan maret – mei adalah periode ideal untuk ´berendam´ di Agua Azul. Jika kami berkunjung di musim penghujan antara agustus – november, si air biru berubah warna menjadi air cokelat atau Agua Café.


Inilah air terjun dengan air yang berwarna biru, karena itu disebut Agua Azul (Air berwarna biru). 

Kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk mengagumi keindahan Agua Azul ini, yang bentuknya berbukit-bukit, menyerupai air terjun yang tidak terlalu tinggi namun memanjang. Disini, nih, pentingnya membawa baju renang atau bikin karena jangan lewatkan kesempatan untuk berendam dan berenang, asal hati-hati terbawa arus yang cukup kuat.

3.      Cascada de Misol – Há, air terjun alami

Setelah berendam dan berenang menikmati Agua Azul, mengunjungi pemberhentian selanjutnya membuat kita semakin jatuh cinta pada alam Chiapas. Berjarak kurang lebih 1 jam dari Agua Azul, air terjun Misol – Há menawarkan berendam di sebuah kolam alam raksasa dengan percikan air terjun yang jernih. 


Ini dia air terjun Misol Ha..mirip seperti di Maribaya ya? hehe...

Di sekeliling air terjun, kami bisa menikmati keindahan alam lainnya berupa gua yang kecil dan bisa merasakan percikan air yang merembas melalui celah-celah dinding tebing. Hati-hati dalam melangkah, karena selain licin, jalanan setapak sekeliling air terjun cukup terjal.

4.      Palenque: Situs Tertua Peradaban Tertua bangsa Maya

Situs tertua peninggalan bangsa Maya ini menjadi akhir perjalanan kami di Chiapas. Terletak di tengah-tengah hutan Chiapas, Palenque benar-benar mempunyai daya tarik tersendiri. Cerita tentang Palenque, sudah dimuat beberapa waktu sebelumnya di DailySylvia (Menyelami Dunia Maya, part 1).


Situs Palenque. Tulisan lengkapnya bisa dibaca juga di blog ini.

Yang menarik selama perjalanan kami di Chiapas:
1.       Mereka tabu dipotret

Hal unik yang kami jumpai selama mengarungi Chiapas adalah penduduk setempat menolak untuk dipotret, walaupun dengan izin mereka terlebih dahulu. Menurut kepercayaan orang-orang indian Chiapas, hal ini sama dengan kita mengambil jiwa mereka. Karena itu, jangan sekali-kali memotret tanpa izin karena pengaruh kebudayaan lokal dan aura mistis yang kuat dipercaya akan mempengaruhi hidup kita.

2.       Malu Bertanya = Jalan – jalan, dong..

Buku pedoman jalan-jalan atau pemandu wisata memegang peranan penting dalam penjelajahan di Chiapas. Tapi, kan, nggak selamanya kami didampingi oleh pemandu wisata. Kalaupun membawa buku, kami tidak membukanya di depan umum, takut ketahuan kalau kami adalah turis. Lah, padahal, sih, secara fisik jelas-jelas kami bukan ´bentuk fisik´ penduduk lokal. Cerita malu bertanya mari jalan – jalan ini terjadi ketika kami ini bermaksud menuju Templo de Guadalupe yang terletak di sebelah barat pusat kota San Cristobal de Las Casas. Terlalu percaya diri tidak bertanya kepada penduduk setempat membuat kami mblusuk ke jalan-jalan perkampungan yang tidak tampak di peta buku pemandu. Hasilnya ? Kami ´nyasar´ ke cafe kecil di pinggir jalan yang baru buka, yang belum tampak papan pengumumannya. Lalu mampir ke tempat penginapan warga setempat yang disulap jadi guest house ala homestay sampai mampir ke butik rumahan milik penduduk setempat.

3.       Sesama turis diperbolehkan langsung akrab

Beberapa penjelajahan Chiapas, ada yang kami lakukan secara mandiri dan menggunakan jasa tur dengan pemandu wisata, yang pastinya tergabung dengan turis-turis lainnya dari mancanegara. Sebagian besar dari mereka tidak berbahasa spanyol. Bahasa inggris dan prancis dominan pada waktu kami mengikuti tur. Yah, namanya juga orang Indonesia dan kami berbahasa prancis, jadilah langsung sok akrab dengan turis-turis prancis. Untungnya mereka juga welcome dan ramah. Jadi, perjalanan tur seharian penuh itu jadi penuh warna dan gelak tawa.

Letak Chiapas di jantung Mexico.

Penting, nih…

  1. 1.       Antara bulan maret sampai dengan bulan mei adalah waktu yang paling tepat mengunjungi Propinsi Chiapas. Tidak panas, tidak hujan. Alam Chiapas memanjakan kita dengan memamerkan kekayaan alam yang mereka miliki.
  2. 2.       Bawa perlengkapan perjalanan seperlunya. Yang jelas sepatu yang nyaman, topi, kacamata hitam dan sunblock tidak boleh ketinggalan. Kamera? Tentu saja, dong, tidak boleh ketinggalan.
  3. 3.       Siapkan uang tunai agak berlebih. Atau cari mesin penarik uang di tengah kota karena kita memerlukannya untuk membayar apapun secara tunai. Mulai dari penginapan, tempat makan sampai membeli cindera mata khas Chiapas. Simpan uang di beberapa tempat yang berbeda untuk keamanan kita sendiri.
  4. 4.       Sediakan waktu minimal 7 hari untuk menjelajah sebagian besar wilayah Propinsi Chiapas.
  5. 5.       Yang paling penting dari semuanya adalah mempunyai tempat seperjalanan yang menyenangkan dan mempunyai minat dan jiwa yang sama untuk menjelajah. Karena, Chiapas menawarkan banyak hal menarik dan penuh tantangan, yang mengundang rasa keingintahuan kita.



Cerita tentang Chiapas bagian 2 juga ada di Dailysylvia

XIII. 20. Mexico (19): Mengarungi Chiapas, Jantung Peradaban bangsa Maya di Mexico (1)


Mexico adalah negara yang terletak di amerika utara, yang berbatasan langsung dengan Amerika Serikat di sebelah utara dan berbatasan langsung dengan Guatemala di bagian tenggara. Terkenal dengan banyaknya peninggalan-peninggalan Peradaban penting dunia, yaitu Maya dan Aztec, Mexico juga dikenal masih ´menyimpan´ suku-suku indian yang masih tinggal di pedalaman.

Penasaran untuk mengenal peradaban suku indian lebih lanjut? 

Datanglah ke Propinsi Chiapas! Propinsi yang dikenal dengan penghasil kopi terbesar di Mexico ini terletak di tengah-tengah negara Mexico, yang berbatasan langsung dengan Propinsi Oaxaca (yang sudah saya tulis beberapa waktu di ¨Talk About´ Daily Sylvia) di bagian barat dan berbatasan langsung dengan Propinsi Tabasco di bagian utara, berbatasan dengan Propincis Yucatan di bagian timur laut dan berbatasan langsung dengan Guatemala di bagian timur serta terltak di pinggir Lautan Pasifik di bagian selatan.

Keturunan bangsa Maya

Penduduk Indian yang mendiami wilayah hutan dan pegunungan yang tersebar di Propinsi Chiapas, dipercaya masih keturunan bangsa Maya. 


Suasana di pasar tradisional. Disini kita bisa melihat wajah-wajah asli penduduk Chiapas yang khas. Kami nemu rambutan nih.

Selain bentuk wajah dan fisik mereka yang memang sangat khas indian ala bangsa Maya, mereka juga masih menggunakan bahasa daerah berdasarkan masing-masing suku. 

Banyak di antara mereka yang tidak bisa berbahasa spanyol. Dari banyaknya suku indian yang masih mendiami Chiapas, saya hanya mendengar dan melihat langsung suku Tzotziles yang turun dari pegunungan ke kota San Cristobal de Las Casas untuk menjual barang dagangannya.

Karena didukung oleh alamnya, sebagian besar penduduk indian Propinsi Chiapas masih melakukan pekerjaan bertani, bercocok tanam dan berladang. Hasil bumi mereka adalah aneka macam cabai, kopi, jagung, ubi dan kacang merah. Untuk hasil kerajinan, mereka memanfaatkan sisa-sisa dari alam. Misalnya kulit jagung, biji-bijian dan dedaunan. Sangat kreatif. 

Sayangnya, sebagian besar wilayah Chiapas tidak mempunyai listrik yang memadai sampai ke daerah pedalaman. Gaya hidup mereka dikenal amat sederhana dan menurut cerita pemandu wisata yang tidak sengaja saya temui, Propinsi Chiapas termasuk propinsi yang paling miskin di Mexico. Miris, ya?

Banyak tempat menarik di Chiapas tapi kami hanya berhasil mengunjungi 6 (tujuh) tempat menarik. Apa saja?

1.      San Cristobal de Las Casas, kota cantik di jantung Chiapas

Yang menarik di San Cristobal de Las Casas adalah arsitektur kota yang unik, tertata rapi dan dengan cat berwarna-warni. Terletak di ketinggian 2100 meter dari permukaan laut, membuat hawa kota ini berubah brutal dari siang yang super panas ke malam hari yang super dingin. Disini, nih, para penduduknya populer menggunakan poncho dari bulu domba asli. Dijamin hangat.

San Cristobal de Las Casas dilihat dari ketinggian. Warna kuning, krem dan merah bata mendominasi arsitektur kota sejuk ini.
 
Kami banyak menjumpainya arsitektur bangunan bergaya barok yang memang dibangun di abad ke-17 oleh bangsa Spanyol, yang saat ini menjadi daya tarik kota kolonial ini. Di berbagai sudut, kami menjumpai berbagai macam turis dari seluruh penjuru dunia, para relawan asing yang tergabung pada beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang membantu kehidupan dan keterampilan suku-suku indian sekitar kota San Cristobal de Las Casas ataupun suku Tzotziles yang turun dari gunung untuk menjajakan barang-barang dagangan mereka di pasar pusat kota.

Transaksi tawar menawar terbilang cukup unik disini karena penduduk indian Chiapas tidak berbahasa spanyol, jadi dengan bentuk fisik mata uang lokallah kami melakukan transaksi. 

Saat kami di pasar seni membeli hasil kreativitas penduduk setempat. Yang murah..yang murah...

Yang tidak kalah seru adalah, ketika mereka tidak setuju dengan harga yang kami tawar, mereka ngedumel dengan bahasa mereka sendiri, yang tentunya hanya diketahui oleh mereka sendiri artinya. Sebagian besar para pedagang ini cukup baik hati, misalnya kita hanya menanyakan harga dan tidak jadi membeli. Yang unik juga adalah mereka mengenakan pakaian tradisional masing-masing suku setiap turun dari pegunungan.

Tahun 1994, San Cristobal bergejolak dengan gerakan Zapatista yang dipimpin oleh Marcos. Hal ini sempat menjadikan kota kolonial cantik ini sempat tegang beberapa hari. Walaupun setelahnya kembali normal dan penuh turis dari berbagai penjuru dunia.

2.       San Juan Chamula, oase suku Tzotziles

Salah satu kota indian menarik yang berjarak kurang lebih 10 km ke arah barat laut dari San Cristobal de Las Casas manyajikan pemandangan kota indian tradisional yang masih menjaga ketat tradisinya. 

Di pusat kota kecil ini, yang menjadi daya tarik utama adalah Gereja San Juan Bautista dengan arsitektur yang sederhana dan cat pinggiran pintu yang berwarna warni. Sebelum mengunjungi gereja ini, kami diharuskan membayar tiket masuk untuk perawatan gereja dan izin memotret dari luar gereja. Sedangkan di dalam gereja, kami tidak diperbolehkan untuk memotret karena cara berdoa mereka terbilang unik dari kebanyakan gereja pada umumnya sebagai tempat ibadah.

Gereja yang menjadi daya tarik karena warna dindingnya yang berwarna warni.. 

Gereja cantik yang didominasi warna putih, hijau dan biru ini merupakan tempat ibadah perpaduan kristiani dan indian. Kami dipandu oleh penduduk setempat yang kebetulan berbahasa spanyol. Ya, karena mayoritas penduduk kota San Juan Chamula berbahasa daerah asli. 

Ini nih arsitektur dan warna dinding gereja yang berwarna warni unik.

Di dalam gereja ini, tidak ada bangku.  Mereka menggunakan semacam rumput yang menyerupai daun pinus untuk alas duduk. Kebanyakan yang mendatangi gereja ini adalah penduduk indian Tzotziles yang memohon kesembuhan dari penyakit dengan membawa aneka sesajen, seperti ayam hidup, lilin bahkan minuman coca cola sebagai pengganti minuman alkohol yang populer di Peradaban Maya.

Letak Chiapas yang memang di jantung Mexico.

Roda kehidupan penduduk asli setempat yang menarik adalah pasar kaget di hari minggu, yang diadakan di lapangan luas di depan Gereja San Juan Chamula. Para penduduk saling menggelar dagangan dan tentu saja pemandangan ini menarik perhatian turis yang datang dari berbagai macam negara di dunia. 

Foto: Ita, Herman

Jumat, 28 Maret 2014

XIII. 19. Mexico (18): Menyelami Dunia Maya (4): Tulum, Benteng di Pinggir Laut Karibia

Hamparan piramida megah di tebing pinggir laut Karibia dengan warna air laut yang memesona merupakan destinasi favorit kami. Tulum, yang artinya benteng dalam bahasa Maya merupakan salah satu situs terindah nan sederhana yang memikat jutaan turis tiap tahunnya. Tidak salah jika Tulum begitu populer bagi mereka yang mengunjungi daerah Pantai Maya (Riviera Maya) yang terbentang dari Cancun sampai Punta Allen.

Inilah piramida Maya favorit kami: Piramida Tulum terletak di pesisir pantai Karibia. Cucok kan, setelah berkunjung, nyebur ke laut. Airnya segar.

Jika dibandingkan dengan kakak-kakak piramida Maya lainnya, Tulum adalah salah satu piramida paling muda/terakhir bangsa Maya yang dibangun pada masa para piramida pendahulunya mengalami penurunan pamor, yaitu di abad ke-11 sampai abad ke-14. Jika diamati, bentuk bangunan-bangunan dalam kompleks Piramida Tulum didominasi oleh kompleks Piramida Chichén Itzá dan Tulum.


Inilah kompleks Piramida Tulum. Tidak terlalu luas dibandingkan dengan Piramida-piramida bangsa Maya sebelumnya. Tetapi Tulum mempunyai daya tarik khusus: berada di pinggir pantai, bukan di tengah-tengah hutan.

Bukan tanpa alasan jika bangsa Maya mendirikan Piramida di pinggir Laut Karibia. Menurut para ahli, adalah untuk membuka jalur perdagangan dengan negara-negara amerika tengah. Menariknya, para penduduk tidak tinggal di dalam kompleks piramida, melainkan mereka tinggal di sekelilingnya. 

Letak Tulum.

Piramida Tulum mereka gunakan untuk aktivitas perdagangan dan upacara sakral. Ketika bangsa Spanyol meletakkan jangkar di pinggir laut Karibia ini, mulai tanda-tanda redup kejayaan Tulum. Sampai saat ini, berpencar dan hilangnya penduduk Maya secara misterius masih diteliti oleh para ahli.

Kami di sekeliling Piramida Tulum.

Jika ingin nyaman berkunjung ke Piramida-piramida Bangsa Maya:


  1. 1.       Bulan maret – mei adalah bulan yang tepat untuk berkunjung karena didukung cuaca yang sejuk, tidak panas dan tidak banyak curah hujan. Selain itu, di bulan-bulan tersebut, tidak terlalu banyak turis.
  2. 2.       Datanglah pada saat jam buka, antara jam 8 atau jam 9 pagi. Selain masih sepi pengunjung, cuaca juga belum panas.
  3. 3.       Kenakan pakaian yang nyaman, sepatu yang nyaman untuk jalan berjam-jam, topi, kacamata hitam dan air minum serta sun block. Tentunya tidak lupa kamera untuk  mengabadikan tempat-tempat indah ini.
  4. 4.       Carilah teman atau rombongan yang tidak ´rempong´ untuk menjelajahi situs-situs ini, Percaya, deh, teman jalan yang seide, seperjuangan dan mempunyai mood yang sama, akan menambah penjelajahan tempat sejarah ini jadi lebih seru.
  5. 5.       Bacalah sebanyak mungkin buku, info dan jangan segan bertanya kepada orang-orang yang telah berkunjung agar kita sedikit mengetahui lebih sedikit ´medan´ yang akan kita tempuh.
  6. 6.       Siapkan selalu uang kecil untuk memberi tips dan sekedar membeli oleh-oleh yang harganya sama sekali tidak mahal.
  7. 7.       Gunakan jasa pemandu wisata di tempat lokal dan tawarlah harga yang diberikan. Untungnya menggunakan jasa pemandu wisata, kita diajak berkeliling ke tempat-tempat yang tidak boleh dimasuki oleh sembarang turis. 
Foto: Herman, Ita


Cerita tentang Tulum juga ada di Dailysylvia

XIII. 18. Mexico (17): Menyelami Dunia Maya (3): Piramida Uxmal, Sumber Vegetasi Bangsa Maya


Berbeda letak dengan Chichén Itza, Uxmal terletak 80 km ke arah selatan dari Merida. Salah satu piramida penting di antara ´keluarga´ Piramida Puuc (Kabáh, Sayil, Xlapak, Labná, Oxkintok, Chacmultuun), Uxmal merupakan pusat pemerintahan politik dan militer. Hampir sama dengan Chichén Itza, Uxmal termasuk dalam periode akhir klasik antara abad 8 – 10 Masehi. 

Temple of the Magician adalah Piramida pertama yang kita jumpai begitu memasuki kompleks Piramida Uxmal.

Sayangnya jika dibandingkan dengan Chichén Itzá, Uxmal agak sedikit kurang populer, dikarenakan letaknya yang tidak sejalan dengan tujuan utama para turis. Tetapi bukan berarti Uxmal jarang dikunjungi, hanya saja jumlah turis yang berkunjung tidak sebanyak jumlah pengunjung Chichén Itza.

Menurut beberapa ahli arkeologi, Uxmal berarti ´tiga kali dibangun´ dalam bahasa Maya atau referensi lain menyebut Uxmal merupakan tempat pertanian yang ditinggalkan. 

Letak Piramida Uxmal yang berada di sekeliling hutan.
Sepertinya kami lebih setuju yang terakhir karena letak geografis Uxmal di antara pepohonan rindang dan hutan kecil sekeliling. Ditambah sebutan Tuhan bagi mereka adalah Chac: dewa hujan. Tak heran jika ilmu pertanian dan tumbuh-tumbuhan tumbuh subur di kompleks Piramida ini.

Letak Uxmal.


Kompleks Piramida Uxmal tidak terlalu luas yang hanya 25.000an m2, namun sangat nyaman untuk dikunjungi. Terdiri dari dataran tinggi dan rendah, kita bisa menyaksikan kompleks Piramida Uxmal dari ketinggalan, yang seolah-oleh para piramida itu ´tumbuh´ di antara pohon-pohon rindang.

XIII. 17. Mexico (16): Menyelami Dunia Maya (2): Piramida Chichen Itza

Chichén Itzá, sumber mata air bangsa Itzas

Salah satu Piramida paling populer di antara para turis yang mengunjungi Mexico, Chichén Itzá boleh sombong, karena memang menjadi tempat tujuan utama para turis dari seluruh dunia untuk menyaksikan kejayaan bangsa Maya. Terletak 120 km dari Mérida, salah satu kota penting di Semenanjung Yucatán, letak Piramida Chichén Itzá bisa dikatakan strategis karena terletak di antara ´perjalanan´ Merida – Cancún, dua kota tujuan paling populer para wisatawan yang mengunjungi Mexico.

Menurut para ahli, Chichén Itzá termasuh situs bersejarah yang berada dalam kategori akhir periode klasik yang dibangun di Semenanjung Yucatán 900 Masehi. Chichén Itza yang berarti sumber mata air dari bangsa Itza, dikukuhkan sebagai salah satu Warisan Dunia versi UNESCO pada tahun 2007. Dibandingan dengan luas Palenque yang ´hanya 18 km2´, luas Chichén Itza adalah 300 hektar. Bisa dibayangkan luasnya. Jarak antara 1 bangunan dengan yang lainnya memang agak berjauhan dan dibatasi oleh lapangan yang luas.

Kompleks piramida megah ini terdiri dari puluhan piramida besar dan kecil yang tentunya ada fungsinya masing-masing. Di antara puluhan situs yang terhampar, yang menarik perhatian kami ada 2, yaitu Castillo. Bangunan Castillo ini terdiri dari 4 sisi bertangga yang masing-masing berjumlah 91. Jika dikalikan 4 maka totalnya menjadi 364 tangga ditambah 1 tangga utama di puncak Piramida. Jumlahnya menjadi 365 tangga yang mengingatkan kita akan jumlah hari dalam setahun pada kalender Masehi. Piramida Castillo memang didedikasikan untuk matahari sebagai sumber penghidupan dan merupakan pusat tempat upacara besar. 

Ini, nih..Piramida Castillo yang terkenal itu. Sayangnya kita sudah tidak bisa menaiki tangganya sampai tingkat atas.

Bangunan kedua yang menarik perhatian kami adalah Lapangan bola. Disini, nih, tempat suci dan pengorbanan dengan cara permainan bola yang terbuat dari kayu, yang terdiri dari 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang. Peraturan permainan bola ini cukup unik, para pemain diharuskan mengoper bola menggunakan lengan dan dengkul. Nah, jika salah satu tim kalah dalam  pertandingan, maka ´kapten´ mereka dikorbankan kepada Tuhan mereka, yaitu Kukulcán (dewa ular), dengan cara pemenggalan kepala: cara terhormat pengorbanan ala Bangsa Maya.

Lapangan bola inilah saksi bisa kekejaman dan kebrutalan bangsa Maya.

Sedangkan bangunan-bangunan yang lain juga banyak yang menarik dan menyisakan banyak cerita, yang memang sama benang merahnya: pengorbanan. Kompleks piramida megah ini begitu populer karena merupakan situs pengorbanan. Banyak bangsa Maya yang meninggal karena upacara pengorbanan yang mereka lakukan. Arti ´mati´ untuk bangsa Maya begitu terhormat karena mereka berkorban jiwa dan raga untuk menghadap Tuhan.

Letak Cichen Itza.

Sayangnya, keindahan dan keajaiban kompleks situs ini dipenuhi dan dijejali oleh para pedagang dihampir setiap sudut dan sekeliling situs, sehingga mengurangi daya tarik dan terkesan seperti pasar yang tidak tertata rapi. Walaupun demikian, tidak mengurangi ketakjuban kita akan peninggalan Bangsa Maya yang berguna untuk kelangsungan hidup manusia sampai saat ini. 

Foto: Ita, Herman


XIII. 16. Mexico (15): Menyelami Dunia Maya (1) Piramida Palenque

Peradaban bangsa Maya yang mendunia, terletak di Mexico bagian tengah yang dimulai dari Chiapas, Semenanjung Yucatan sampai Quintana Roo (untuk wilayah Mexico), dan berlanjut ke Belice,Guatemala dan Honduras, menarik minat kami yang memang penasaran dengan kejayaannya.

Saya yang berdomisili di Mexico City dan bersama seorang teman yang berdomisili di Paris, menyempatkan diri menyelami dunia Maya dengan bukti Piramida-piramida terbentang anggun dari wilayah Chiapas, Semenanjung Yucatan dan Quintana Roo. 

Apa, sih, yang menarik dari bangsa Maya?

Jika ditilik dari sejarahnya, bangsa Maya adalah bangsa besar yang mendalami bidang astronomi, pertanian, perdagangan dan aritmatika. Tak lupa pemujaan dan pengorbanan terhadap Tuhan mereka terbilang unik dan berani serta tidak takut akan kematian. Kematian bagi bangsa Maya adalah mendapat tempat terhormat di mata Tuhan.

Dari Palenque sampai Tulum

Sebenarnya, banyak sekali piramida-piramida bangsa Maya yang terbentang sepanjang Mexico. Tetapi, untuk kesempatan penjelajahan kali ini, kami ´hanya´ berhasil merengkuh Palenque (Chiapas), Uxmal dan Chichén Itzá (Semenanjung Yucatan) dan terakhir adalah Tulum, yang terletak di pinggir Laut Karibia (Quintana Roo). Yuk, kita tengok satu-satu…

Palenque, Peradaban bangsa Maya tertua

Teringat dengan kalender bangsa Maya yang isinya tentang akhir dunia tahun 2012? Disinilah tepatnya mereka ´merancang´ kalender tersebut. Sebenarnya, bangsa Maya tidak menyebut tahun 2012 adalah akhir dunia, melainkan berakhirnya siklus hidup dan berganti ke siklus hidup berikutnya. Dengan kata lain, pertanggalan kelender mereka habis di tanggal 21 desember 2012 menurut kalender Masehi.

Situs Piramida Palenque.

Palenque adalah salah satu situs bangsa Maya terbesar sekaligus tertua. Menurut penelitian para ahli, Palenque sudah berdiri pada zaman klasik antara 300 sebelum Masehi – 700 tahun setelah Masehi. Situs piramida ini dikukuhkan oleh UNESCO pada tahun 1987 sebagai salah satu Warisan Dunia.

Begitu meginjakkan kaki di kompleks Piramida Palenque, kami serasa kembali ke abad-abad sebelumnya. Palenque, yang dalam bahasa Maya berarti  ´dikelilingi pepohonan´. Ya! Bangsa Maya tidak bohong dan tidak mengada-ngada karena Piramida ini terletak di tengah-tengah pepohonan atau hutan, lebih tepatnya.

Kompleks reruntuhan Piramida Palenque yang terletak di tengah-tengah hutan.

Kompleks piramida yang terbilang luas ini (sekitar 18 km2), terletak di Propinsi Chiapas (sekitar 827 km ke arah timur dari Mexico City). Waktu yang dibutuhkan untuk mengagumi keindahan Palenque sekitar 3 sampai 4 jam. 

Suasana kompleks ini menawarkan aura romantis yang menunjukkan bahwa bangsa Maya memperhitungkan keindahan dan detil bangunan serta letaknya yang tidak biasa yang berada di kaki pegunungan Chiapas, dibandingkan piramida-piramida bangsa Maya lainnya. Bagaimana tidak, bangsa Maya berhasil menggabungkan setiap piramida diselingi pepohonan yang rindang dan sejuk, serta dikelilingi bukit-bukti yang rendah. Berada di kompleks Piramida Palenque, serasa kembali ke masa lalu yang indah.

Sedikit sejarah bangsa Maya di Palenque, adalah kepala suku mereka yang bernama Raja Pacal yang amat sangat berkuasa dan pemimpin paling lama pada masanya. Beliau berperan penting dalam pembangunan kompleks Piramida Palenque, salah satunya adalah arstitek pada Piramida Inscripción atau juga dikenal sebagai makamnya Raja Pacal. Bangunan ini tidak akan luput dari mata kita karena begitu memasuki kompleks, Piramida megah ini terletak di sebelah kanan kita.

Ini dia Piramida Inscripción.


Peran Raja Pacal mempunyai andil besar karena pada masanya bangsa Maya adalah peradaban bangsa yang maju. Hal ini terbukti dengan penemuan dan penelitian tentang sistem kalender yang dikenal sampai saat ini sampai huruf hieroglyphic. 
Letak Palenque.

Seratus tahun setelah pemerintahannya dan kemudian meninggal, pemerintahan Raja Pacal dilanjutkan oleh anak laki-lakinya, yang  bernama Chan-Bahlum (yang artinya Jaguar-Ular). Tetapi sayangnya, si anak tidak bisa meneruskan kejayaan ayahandanya. Di akhir abad ke-10, kejayaan Palenque mulai redup dan penduduk Palenque entah melarikan diri kemana dan hal ini masih menjadi misterius dan terus diteliti oleh para ahli.

Foto: Ita, Herman