Like

Tampilkan postingan dengan label Quintana Roo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quintana Roo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Maret 2014

XIII. 22. Mexico (21): Playa del Carmen, pantai di pinggir Laut Karibia yang Mendunia

Masih cerita tentang perjalanan dan pengalaman saya di Mexico. Setelah bercerita tentang ibukota negara Mexico, yaitu Mexico City, lalu berlanjut ke Propinsi Oaxaca, kota Festival Cervantino di Guanajuato, pengalaman seru Rally Mexico di Leon, sampai cerita tentang peradaban bangsa Maya.

Selain itu, saya juga pernah berbagi cerita tentang pantai, Pie de la Cuesta, yang letaknya tidak jauh dari Acapulco, pantai yang terkenal itu.

Menikmati pagi dan senja di pinggir pantai semakin yakin bahwa alam memanjakan manusia.
Nah, masih cerita tentang pantai, saya akan mengajak Anda plesiran ke Playa del Carmen, pantai di pesisir Propinsi Quintana Roo, yang letaknya tak jauh dari Cancun. Cancun sendiri sudah mendunia dengan cerita pantai-pantai yang indah, laut biru sampai tempat plesiran favorit para selebriti dunia. Saya tidak akan cerita tentang Cancun karena Playa del Carmen lebih menarik dan membumi. Berbaur dengan penduduk setempat.

Pantai..pantai..pantai

Kebetulan saat kami berkunjung ke Playa del Carmen itu cuaca sedang cerah, maka kami sengaja menghabiskan waktu leih banyak di pinggir pantai. Mulai dari berjemur, membaca buku, main voli sampai menikmati senja. 

Aneka macam kegiatan di pinggir pantai. Qué bella la vida ;))

Pantai ini terbuka untuk umum dan siapa saja berhak bermain di pinggir pantai, kecuali jika ingin lesehan atau makan di restoran pinggir pantai, ya, harus mengonsumsi makanan atau minuman di restoran yang bersangkutan.

Menikah dan merayakannya di pinggir pantai ? Boleh…

Selama 4 hari 3 malam kami tinggal di Playa del Carmen, kami menyaksikan beberapa acara pernikahan yang digelar di pinggir pantai. Disediakan juga kapel bagi mereka yang ingin mensahkan pernikahan secara agama, kemudian mengadakan pasta syukuran di pinggir pantai. Ide yang menarik dan menjadi populer bagi penduduk mexico dan orang-orang asing.

Menikah dan pesta syurkuran di pantai menjadi pilihan banyak orang di tepi pantai Playa del Carmen. Siapa tahu nanti giliran Anda?

Bagi yang tertarik kemari…

·         Menggunakan pesawat terbang dari Mexico (2 jam terbang) atau kalau mau hemat bisa naik bus kurang lebih 18 jam. Tergantung bujet yang kita miliki.
·         Harga penginapan di Playa del Carmen bervariasi. Semakin dekat ke pantai, semakin mahal. Tipe penginapan juga bervariasi, mulai dari losmen yang murah meriah sampai hotel berbintang-bintang yang mahalnya tergantung kemampuan masing-masing turis.
·         Makanan dan minuman lokal juga masih terjangkau harganya. Saran saya, sih, sebaiknya bersantap di restoran lokal. Rasa makanan dijamin cita rasa lokal yang asli. Kecuali jika Anda jika mencoba menu gastronomi. Lagi-lagi tergantung bujet masing-masing orang, sih.
·         Tidak perlu heran jika ada beberapa restoran, toko suvenir atau jasa pijat menggunakan tarif USD karena memang banyak sekali turis amerika atau turis asing lainnya yang menggunakan mata uang USD.

Di sini nih, letak Playa del Carmen, di pinggir Laut Karibia. 

·         Menghabiskan beberapa hari di Playa del Carmen memang menyenangkan, walaupun menurut saya tidak mirip dengan liburan lokal ala orang-orang mexico. Toh nggak ada salahnya jika sudah berkunjung kemari dan menjadi saksi hidup bahwa anggapan plesiran ke Mexico, ya, harus menginjakkan kaki di Cancun dan Playa del Carmen. Setuju?



Foto: Herman

Jumat, 28 Maret 2014

XIII. 19. Mexico (18): Menyelami Dunia Maya (4): Tulum, Benteng di Pinggir Laut Karibia

Hamparan piramida megah di tebing pinggir laut Karibia dengan warna air laut yang memesona merupakan destinasi favorit kami. Tulum, yang artinya benteng dalam bahasa Maya merupakan salah satu situs terindah nan sederhana yang memikat jutaan turis tiap tahunnya. Tidak salah jika Tulum begitu populer bagi mereka yang mengunjungi daerah Pantai Maya (Riviera Maya) yang terbentang dari Cancun sampai Punta Allen.

Inilah piramida Maya favorit kami: Piramida Tulum terletak di pesisir pantai Karibia. Cucok kan, setelah berkunjung, nyebur ke laut. Airnya segar.

Jika dibandingkan dengan kakak-kakak piramida Maya lainnya, Tulum adalah salah satu piramida paling muda/terakhir bangsa Maya yang dibangun pada masa para piramida pendahulunya mengalami penurunan pamor, yaitu di abad ke-11 sampai abad ke-14. Jika diamati, bentuk bangunan-bangunan dalam kompleks Piramida Tulum didominasi oleh kompleks Piramida Chichén Itzá dan Tulum.


Inilah kompleks Piramida Tulum. Tidak terlalu luas dibandingkan dengan Piramida-piramida bangsa Maya sebelumnya. Tetapi Tulum mempunyai daya tarik khusus: berada di pinggir pantai, bukan di tengah-tengah hutan.

Bukan tanpa alasan jika bangsa Maya mendirikan Piramida di pinggir Laut Karibia. Menurut para ahli, adalah untuk membuka jalur perdagangan dengan negara-negara amerika tengah. Menariknya, para penduduk tidak tinggal di dalam kompleks piramida, melainkan mereka tinggal di sekelilingnya. 

Letak Tulum.

Piramida Tulum mereka gunakan untuk aktivitas perdagangan dan upacara sakral. Ketika bangsa Spanyol meletakkan jangkar di pinggir laut Karibia ini, mulai tanda-tanda redup kejayaan Tulum. Sampai saat ini, berpencar dan hilangnya penduduk Maya secara misterius masih diteliti oleh para ahli.

Kami di sekeliling Piramida Tulum.

Jika ingin nyaman berkunjung ke Piramida-piramida Bangsa Maya:


  1. 1.       Bulan maret – mei adalah bulan yang tepat untuk berkunjung karena didukung cuaca yang sejuk, tidak panas dan tidak banyak curah hujan. Selain itu, di bulan-bulan tersebut, tidak terlalu banyak turis.
  2. 2.       Datanglah pada saat jam buka, antara jam 8 atau jam 9 pagi. Selain masih sepi pengunjung, cuaca juga belum panas.
  3. 3.       Kenakan pakaian yang nyaman, sepatu yang nyaman untuk jalan berjam-jam, topi, kacamata hitam dan air minum serta sun block. Tentunya tidak lupa kamera untuk  mengabadikan tempat-tempat indah ini.
  4. 4.       Carilah teman atau rombongan yang tidak ´rempong´ untuk menjelajahi situs-situs ini, Percaya, deh, teman jalan yang seide, seperjuangan dan mempunyai mood yang sama, akan menambah penjelajahan tempat sejarah ini jadi lebih seru.
  5. 5.       Bacalah sebanyak mungkin buku, info dan jangan segan bertanya kepada orang-orang yang telah berkunjung agar kita sedikit mengetahui lebih sedikit ´medan´ yang akan kita tempuh.
  6. 6.       Siapkan selalu uang kecil untuk memberi tips dan sekedar membeli oleh-oleh yang harganya sama sekali tidak mahal.
  7. 7.       Gunakan jasa pemandu wisata di tempat lokal dan tawarlah harga yang diberikan. Untungnya menggunakan jasa pemandu wisata, kita diajak berkeliling ke tempat-tempat yang tidak boleh dimasuki oleh sembarang turis. 
Foto: Herman, Ita


Cerita tentang Tulum juga ada di Dailysylvia