Like

Wednesday, 2 November 2016

XV. 1. ECUADOR: Moving again to latine´s country

Hai..halo…hola…bonjour…

Sudah lama sekali saya tidak aktif menulis di blog. Namun terima kasih kepada semua pembaca yang masih setia mengunjungi blog, mengirim email, bertanya-tanya seputar sekolah di Paris, bagaimana hidup di Prancis sampai nanya-nanya detil tentang Dating The French Man bahkan meminta saran ketika memutuskan Married The French Man. Saya terharu…ternyata sangat membantu kalian semua tentang tip-tip dan pengalaman saya. Setidaknya kita saling belajar dan saling mengisi, ya. Karena jalan hidup dan pengalaman hidup setiap orang berbeda-beda. Dengan berjalan dan berdamai dengan waktu, saya makin memahami bahwa hidup itu penuh belajar dan disyukuri. Semuanya terjadi karena sudah ada jalannya.

Sekarang waktunya saya berbagi cerita yang akan ditulis dalam beberapa bagian tentang hidup di Cuenca, Ecuador, sejak tahun lalu.

AROMA LATIN YANG MENGGODA

Jika Anda mengikuit perjalanan blog saya dari awal, pasti paham ´alur hidup´ saya yang sejak beberapa tahun hidup berpindah-pindah negara, alias nomaden. Hidup ini memang pilihan kami sejak saya memutuskan menikah dengan pria prancis yang mempunyai pekerjaan pindah-pindah negara berdasarkan proyek. Pusing dan rempong urusan dokumen, kertas-kertas, barang-barang pindahan, packing, ngatur isi koper sampai berjibaku dengan mood adalah hal biasa pada akhirnya. Mengapa? Ya, karena kami memilih untuk menjalani seperti ini. Dibawa asyik aja. Toh tidak semua orang merasakan jalan hidup seperti kami.

Setelah menetap di Prancis selama hampir 1.5 tahun, aroma negara latin seakan memanggil-manggil kami untuk bergegas kembali. Keberuntungan pun masih berpihak karena kami diberikan kesempatan untuk menjelajah negara Amerika Latin lainnya, yaitu Ecuador. Apa yang ada di benak saya tentang Ecuador? Pulau Galapagos! Selain itu? deretan pegunungan Andes yang sarat dengan sejarah dan keindahan alamnya menarik minat kami.

Uniknya pengalaman kami kali ini adalah kami tidak tinggal di ibukota negaranya, melainkan di kota ke-3, yang bernama Cuenca. Karena berdasarkan pengalaman-pengalaman yang lalu, setiap suami bertugas pasti ditempatkan di ibukota. Pikir saya, tidak apa-apalah, sekali-kali pasti akan seru menjadikan kota ke-3 pengalaman hidup ekspatriasi kami.

Adalah Cuenca, kota yang dinobatkan sebagai Warisan Dunia versi UNESCO karena banyak bangunan bersejarah. Selain itu, Cuenca yang terletak di ketinggian 2500 meter di atas permukaan laut terletak di deretan pegunungan Andes yang sarat sejarah dan keindahan alamnya. Cuenca juga dikenal sebagai kota pensiunan orang-orang Amerika Serikat. Berdasarkan pengalaman saya beberapa tahun hidup di negara latin, sepertinya di Cuenca terdapat banyak orang yang saya jumpai yang menguasai bahasa inggris.



No comments:

Post a Comment