Like

Tampilkan postingan dengan label Semenanjung Yucatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semenanjung Yucatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Maret 2014

XIII. 23. Mexico (22): Merida, Halte bagi Penjelajah Peradaban Maya

Salah satu kota penting dan terbesar di Semenanjung Yucatán, Merida merupakan salah satu tempat transit untuk penjelahana situs-situs bersejarah peninggalan bangsa Maya. 

Salah satu bangunan bersejarah yang terletak di jalan protokol penting di Mérida.

Letaknya yang dekat dengan Piramida Chichén Itza, Uxmal ataupun piramida-piramida yang termasuk dalam Ruta Puuc, Merida menyajikan denyut nadi kehidupan kota kolonial penting. Sayang jika dilewatkan.

Salah satu pertunjukan seni rakyat yang digelar di alun-alun kota.

Banyaknya bangunan kolonial yang dibangun mulai abad ke-17,
juga termasuk kota penghasil gastronomi mexico yang patut diperhitungkan.

Letak Mérida yang dekat dengan situs-situs peninggalan bangsa Maya.


Foto: Herman


Jumat, 28 Maret 2014

XIII. 18. Mexico (17): Menyelami Dunia Maya (3): Piramida Uxmal, Sumber Vegetasi Bangsa Maya


Berbeda letak dengan Chichén Itza, Uxmal terletak 80 km ke arah selatan dari Merida. Salah satu piramida penting di antara ´keluarga´ Piramida Puuc (Kabáh, Sayil, Xlapak, Labná, Oxkintok, Chacmultuun), Uxmal merupakan pusat pemerintahan politik dan militer. Hampir sama dengan Chichén Itza, Uxmal termasuk dalam periode akhir klasik antara abad 8 – 10 Masehi. 

Temple of the Magician adalah Piramida pertama yang kita jumpai begitu memasuki kompleks Piramida Uxmal.

Sayangnya jika dibandingkan dengan Chichén Itzá, Uxmal agak sedikit kurang populer, dikarenakan letaknya yang tidak sejalan dengan tujuan utama para turis. Tetapi bukan berarti Uxmal jarang dikunjungi, hanya saja jumlah turis yang berkunjung tidak sebanyak jumlah pengunjung Chichén Itza.

Menurut beberapa ahli arkeologi, Uxmal berarti ´tiga kali dibangun´ dalam bahasa Maya atau referensi lain menyebut Uxmal merupakan tempat pertanian yang ditinggalkan. 

Letak Piramida Uxmal yang berada di sekeliling hutan.
Sepertinya kami lebih setuju yang terakhir karena letak geografis Uxmal di antara pepohonan rindang dan hutan kecil sekeliling. Ditambah sebutan Tuhan bagi mereka adalah Chac: dewa hujan. Tak heran jika ilmu pertanian dan tumbuh-tumbuhan tumbuh subur di kompleks Piramida ini.

Letak Uxmal.


Kompleks Piramida Uxmal tidak terlalu luas yang hanya 25.000an m2, namun sangat nyaman untuk dikunjungi. Terdiri dari dataran tinggi dan rendah, kita bisa menyaksikan kompleks Piramida Uxmal dari ketinggalan, yang seolah-oleh para piramida itu ´tumbuh´ di antara pohon-pohon rindang.

XIII. 17. Mexico (16): Menyelami Dunia Maya (2): Piramida Chichen Itza

Chichén Itzá, sumber mata air bangsa Itzas

Salah satu Piramida paling populer di antara para turis yang mengunjungi Mexico, Chichén Itzá boleh sombong, karena memang menjadi tempat tujuan utama para turis dari seluruh dunia untuk menyaksikan kejayaan bangsa Maya. Terletak 120 km dari Mérida, salah satu kota penting di Semenanjung Yucatán, letak Piramida Chichén Itzá bisa dikatakan strategis karena terletak di antara ´perjalanan´ Merida – Cancún, dua kota tujuan paling populer para wisatawan yang mengunjungi Mexico.

Menurut para ahli, Chichén Itzá termasuh situs bersejarah yang berada dalam kategori akhir periode klasik yang dibangun di Semenanjung Yucatán 900 Masehi. Chichén Itza yang berarti sumber mata air dari bangsa Itza, dikukuhkan sebagai salah satu Warisan Dunia versi UNESCO pada tahun 2007. Dibandingan dengan luas Palenque yang ´hanya 18 km2´, luas Chichén Itza adalah 300 hektar. Bisa dibayangkan luasnya. Jarak antara 1 bangunan dengan yang lainnya memang agak berjauhan dan dibatasi oleh lapangan yang luas.

Kompleks piramida megah ini terdiri dari puluhan piramida besar dan kecil yang tentunya ada fungsinya masing-masing. Di antara puluhan situs yang terhampar, yang menarik perhatian kami ada 2, yaitu Castillo. Bangunan Castillo ini terdiri dari 4 sisi bertangga yang masing-masing berjumlah 91. Jika dikalikan 4 maka totalnya menjadi 364 tangga ditambah 1 tangga utama di puncak Piramida. Jumlahnya menjadi 365 tangga yang mengingatkan kita akan jumlah hari dalam setahun pada kalender Masehi. Piramida Castillo memang didedikasikan untuk matahari sebagai sumber penghidupan dan merupakan pusat tempat upacara besar. 

Ini, nih..Piramida Castillo yang terkenal itu. Sayangnya kita sudah tidak bisa menaiki tangganya sampai tingkat atas.

Bangunan kedua yang menarik perhatian kami adalah Lapangan bola. Disini, nih, tempat suci dan pengorbanan dengan cara permainan bola yang terbuat dari kayu, yang terdiri dari 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang. Peraturan permainan bola ini cukup unik, para pemain diharuskan mengoper bola menggunakan lengan dan dengkul. Nah, jika salah satu tim kalah dalam  pertandingan, maka ´kapten´ mereka dikorbankan kepada Tuhan mereka, yaitu Kukulcán (dewa ular), dengan cara pemenggalan kepala: cara terhormat pengorbanan ala Bangsa Maya.

Lapangan bola inilah saksi bisa kekejaman dan kebrutalan bangsa Maya.

Sedangkan bangunan-bangunan yang lain juga banyak yang menarik dan menyisakan banyak cerita, yang memang sama benang merahnya: pengorbanan. Kompleks piramida megah ini begitu populer karena merupakan situs pengorbanan. Banyak bangsa Maya yang meninggal karena upacara pengorbanan yang mereka lakukan. Arti ´mati´ untuk bangsa Maya begitu terhormat karena mereka berkorban jiwa dan raga untuk menghadap Tuhan.

Letak Cichen Itza.

Sayangnya, keindahan dan keajaiban kompleks situs ini dipenuhi dan dijejali oleh para pedagang dihampir setiap sudut dan sekeliling situs, sehingga mengurangi daya tarik dan terkesan seperti pasar yang tidak tertata rapi. Walaupun demikian, tidak mengurangi ketakjuban kita akan peninggalan Bangsa Maya yang berguna untuk kelangsungan hidup manusia sampai saat ini. 

Foto: Ita, Herman