Like

Kamis, 14 Februari 2013

VIII. 21. Mérida, Los Andes, Venezuela (2): Daerah Pegunungan yang Elok


Setelah sedikit 'briefing' tentang Venezuela di cerita sebelumnya, saat ini saya ingin bercerita tentang penjelajahan beberapa Propinsi di negara ini.

Venezuela adalah negara di amerika latin, yang terletak di pinggir laut Karibia di sebelah utara, dengan berbatasan langsung dengan Colombia di bagian barat, di sebelah timur berbatasan dengan Guyana dan dengan Brazil di bagian selatan. Dari segi sejarah, Venezuela dan Colombia mempunyai cerita bersama. Saya tidak akan membahasnya disini, ya. Nanti lupa cerita jalan-jalannya ;)

Estado (Propinsi) Mérida yang termasuk Los Andes di Venezuela adalah daerah yang saya jelajahi pertama kali. Bertebarannya pegunungan tnggi dan salah satunya yang paling tinggi di Venezuela, yaitu Pico Bolivar. Setelah acara pameran produk Indonesia yang saya ikuti di Caracas selesai,  bersama 3 teman asal Caracas, kami menempuh jarak selama 8 jam untuk tiba di Propinsi yang terkenal dengan keindahan alamnya.

Suasana Los Andes.

Secara geografis, daerah yang termasuk Pegunungan Los Andes adalah Trujillo, Mérida dan Tachira yang terletak di sebelah barat daya Venezuela . Daya tarik Los Andes yang dipenuhi pegunungan cantik dengan pesona alam yang memukau, menawarkan olahraga alam yang penuh tantangan. Selain iu, deretan pegunungannya semakin menyimpan misterius akan keanggunan alam Venezuela berikut dengan penduduk asli dan dialek bahasanya.

Penuh dengan Pegunungan Indah
Los Andes ini sungguh memanjakan mata. Bagaimana tidak, karena sekeliling kita akan dipenuhi dengan puncak gunung tertinggi di Venezuela, Pico Bolivar, sampai daerah perbukitan rendah dengan tanaman khas daerahnya. Tak hanya itu, Pico El Águila pun seolah tak mau ketinggalan memamerkan keindahannya.


Laguna Mucubají di Los Andes.
Mucubají dan Laguna Negra, Primadona Los Andes
Menjelajahi pegunungan Los Andes yang berlika-liku, tak terasa kita akan tiba di ketinggian 3000an meter dari permukaan laut dan kita akan merasakan permukaan dataran. Di depan mata, terbentang Laguna Mucubají yang merupakan salah satu laguna terbesar di Los Andes. 


Atas: Laguna Negra. Bawah: Perjalanan menuju Laguna Negra.

Ada juga laguna kecil yaitu Laguna Negra yang tempatnya tersembunyi di balik bukit dan kita diwajibkan untuk jalan kaki atau menaiki kuda untuk mencapainya. Rute jalan yang elok dijamin akan melupakan waktu tempuh selama 2 jam untuk mencapainya dan 2 jam untuk kembali ke parkiran. Siap-siap air minum dan sepatu jalan yang nyaman, ya.

Jají: Kota Cantik dengan Ciri Khas Hacienda

Setelah mengeliling Pegunungan Andes yang panjang dan tak ada habisnya, kami memutuskan untuk mampir ke Jají, kota kecil yang cantik yang merupakan daerah asli penduduk Los Andes. Jalan menuju Jají, populer dengan sebutan Rute Sun Road. Indah sekali pemandangannya.


Suasana kota kecil Jají dan Hacienda del Carmen.


Di Jají kami memang janjian dengan Mindy, teman Indonesia yang memang waktu itu tinggal di Caracas dan sedang liburan akhir tahun. Kami menginap di hacienda (penginapan khas) yang menjadi langganan Mindy dan suaminya, Hacienda El Carmen.



Letak Geografis Merida dan Los Andes di Venezuela.

Tentang Mérida dan Los Andes:

  • Daerah yang menarik dikunjungi bagi Anda yang berjiwa petualang. 
  • Banyak tempat menarik di sepanjang pegunungan. Misalnya, kedai café atau restoran dengan dekorasi unik penduduk lokal, gereja tua kecil yang didirikan dari bebatuan, sampai anak-anak Andino (sebutan penduduk lokal Los Andes)  dengan wajah yang khas.
  • Disini saya merasakan tingkat keamanan yang terjamin dan merasa nyaman. Berbanding terbalik dengan anggapan bahwa Venezuela adalah salah satu negara berbahaya di dunia. Tapi harus tetap hati-hati, sih, di manapun berada.
  • Penduduk Mérida yang ramah dan baik hati, menawarkan banyak tempat menarik yang tidak tertulis di buku panduan.
  • Waktu yang tepat untuk mengunjungi Los Andes adalah sepanjang tahun, tidak terpengaruh banyak oleh cuaca karena diuntungkan oleh letak geografis yang elok.

Los Andes, Desember 2008 - Januari 2009
Foto peta: google maps





Rabu, 13 Februari 2013

VIII. 20. Venezuela (1): Merasakan Asam dan Garam Kehidupan di Negara Latin


Lanjut cerita tentang perjalanan di negara-negara benua amerika latin, akhirnya sampai juga ke Venezuela. Apa, sih, yang menarik di negara itu? Apa yang membuat Venezuela begitu terkenal dengan gudangnya Ratu Kecantikan sedunia? Mengapa tingkat kriminal begitu tinggi? Bagaimana mentalitas penduduknya? 

Jika boleh jujur, tulisan saya tentang negara ini akan penuh dengan petualangan yang bikin jantung seperti naik roller coaster. Jungkir balik yang namanya perasaan gembira, haru, sedih, shock, takjub bahkan kesal dan rasanya rasa sabar tingkat tinggi diuji disini. Kok, sepertinya, hiperbola sekali, ya?

Dari perjalanan saya menjelajah negara-negara di benua amerika latin, yang dimulai dari Paraguay, lanjut ke Suriname, Bolivia, Brazil, Curaçao, ke Colombia dan Venezuela, sepertinya Venezuela, deh, yang bikin saya terpesona dengan kebudayaan dan mentalitas orang-orang latin yang bikin gemes dan jejeritan.

Berbagai image Venezuela.

Tidak hanya sisi emosi yang bikin naik darah, sih, karena negara ini menawarkan alam yang tak kalah memesona untuk kesehatan jiwa. Hihi..lumayan, deh, ada sisi positifnya juga. 

Selama menetap di Caracas, ibukota Venezuela, banyak pengalaman yang mengesankan dan menyebalkan. Mengesankan karena saya bertemu dengan orang-orang Indonesia dan kami menjalin pertemanan sampai saat ini. Yang menyebalkan karena harus berhadapan dengan penduduk lokal yang mentalitasnya qgqk ajaib. Mau tau seperti apa pengalaman saya? Simak, ya beberapa seri cerita yang akan saya muat di blog.

Saya akan memulai petualangan penjelajahan alam Venezuela di Los Andes dan beberapa kota seperti di Merida, San Cristobal sampai ke daerah perkampungannya. Setelah berlanjut ke pengalaman hidup di Caracas, suka dan dukanya menghadapi orang lain dan juga orang-orang asing disana.

Venezuela, Desember 2008 - Juni 2009

Foto peta: google maps
Foto kota by Mindy

Selasa, 12 Februari 2013

VIII. 19. Manizales, Colombia (3): Kota Festival di Pegunungan


Tahukah Anda jika Colombia termasuk salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia? Menurut obrolan dengan penduduk lokal yang saya jumpai, salah satu perkebunannya berada di Manizales. Biarpun topografi bergunung-gunung, ternyata tanaman kopi bisa tumbuh dengan subur disini.

Alam Pegunungan Manizales.

Manizales adalah kota berikutnya di Colombia yang saya kunjungi. Tujuan saya ke Manizales sebenarnya bukan plesiran, melainkan berpartisipasi dalam pameran tahunan yang digelar setiap tahunnya di awal tahun. Dengan letak geografis di daerah pegunungan yang elok, hawa sejuk dan segar bisa dinikmati dengan leluasa di sini. Dengan menumpang pesawat kecil dari Bogotá selama 1 jam, kami berhasil landing dengan situasi pegunungan di sekililing. Ngeri? ya, pasti, dong. Ngeri juga kalo 'nyenggol' salah satu anak gunungnya, kan? 




Disini serunya saya merasakan 'nyemplung' dalam komunitas penduduk asli Colombia. Menyenangkan. Tapi kalau urusan pekerjaan, ingin garuk-garuk aspal rasanya saking 'gemes' dengan jawaban nge-les dan memanfaatkan ketidakmahiran bahasa spanyol saya waktu itu. 

Kota Festival
Setiap awal tahun, Manizales menggelar acara penting, yaitu festival dan pameran internasional yang diikuti oleh berbagai negara. Saya adalah salah satu yang berpartisipasi. 

Festival ini cukup diperhitungkan di Colombia, terbukti banyak orang pentingyang membuka dan menghadiri acara ini. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah Miss Colombia 2007. 




Menginap di Rumah Penduduk Setempat
Selama hampir 3 minggu saya berada di Manizales. Untuk tempat tinggal, biasanya seperti di kota-kota atau negara-negara lain, saya menginap di hoel. Tetapi di Manizales, kok, ya, kebetulan sekali ada ibu-ibu penduduk setempat yang tiba-tiba berkunjung ke stand saya dan menawarkan untuk menginap di rumahnya. Sebut saja namanya Ibu María. Tadinya saya ragu-ragu karena tidak mengenalnya sama sekali.

Bersama Paola (asisten asal Bogotá) yang menemani saya juga selama pameran, akhirnya kami berkunjung terlebih dahulu ke rumah Ibu María untuk memastikan keadaan rumahnya. Karena merasa sreg, akhirnya Paola dan saya menginap di rumahnya selama acara festival dan pameran berlangsung. Selama menginap di rumahnya, semuanya berjalan lancar. Ibu María menerima kami seperti layaknya tamu dan beliau adalah ibu homestay kami. Setiap pagi, beliau menyiapkan sarapan pagi dan malamnya menyiapkan masakan khas Manizales dan Colombia. Qué rico




Suasana Kota Kolonial yang Indah
Selain keindahan alamnya, Manizales juga memiliki bangunan-bangunan dengan aristektur kolonial yang memesona. Sebagian besar bentuk jalanan yang meliuk-liuk dan naik turun, memerlukan keahlian menyetir kendaraan yang tinggi. 



Sekilas tentang Manizales...
  • Terletak di Colombia timur.
  • Secara geografis, terletak di antara 2 kota indah di Colombia: Medellín dan Popayán.
  • Untuk tingkat keamanan lebih terjamin. Saya sendiri merasa lebih aman dan nyaman berada di sini. Selain itu, penduduknya juga ramah.
  • Jika ingin mengenal wajah asli Colombia, berkunjung ke Manizales bisa dijadikan pilihan.

Manizales, Colombia, Januari 2008

Foto peta: google maps