Like

Kamis, 20 Desember 2012

VIII. 7. Recife, Brazil (1): Dari Pantai Boa Viagem sampai Kota Tua Olinda

Setelah Paraguay, Suriname dan Bolivia, negara ke-4 di benua amerika latin yang saya kunjungi adalah Brazil!


Letak Recife terletak di timur laut Brazil, di Propinsi Pernambuco (PB).

Negara yang terkenal dengan tarian samba, musik bossanova, pantai Copacobana sampai pemain bola kelas dunia yang legendaris, memang mempunyai daya tarik tersendiri. Ditilik dari segi geografis negaranya, Brazil adalah negara terbesar di benua amerika latin dengan letak yang mendominasi garis pantai dan sarangnya hutan amazon. 

Bahasa resmi Brazil adalah portugis. Saya pun berusaha untuk belajar dan menguasai bahasa portugis ala Brazil selama saya menjelajah sebagian besar kota-kotanya, dari Fortaleza, Natal, Recife, Salvador de Bahia, Rio de Janeiro, Sao Paolo, Curitiba, Mato Grasso do Sul sampai Florianopolis. Bahasa inggris atau prancis tidak laku di negara ini. Bahasa spanyol agak mending, karena di selatan Brazil, mereka berbahasa portuñol (portugis-spanyol).

Kota pertama ketika menginjakkan kaki di Brazil sebenarnya adalah Sao Paolo, walaupun hanya transit di bandaranya saja menuju Asunción, Paraguay. Lalu saya pun berkesempatan mengenal Belém, walaupun hanya menginap semalam sewaktu menuju Santa Cruz de la Sierra (Bolivia) dari Paramaribo (Suriname).

Tetapi, Recife dan Olinda adalah dua kota pertama di Brazil yang saya jelajahi dan saya tinggali selama 15 hari ketika berpartisipasi dalam acara pameran kerajinan tangan sedunia.

Bertemu Simone, Jane, Maria

Menginjakkan kaki pertama kali di kota Recife, yang terkenal dengan karnaval-nya setelah Rio de Janeiro, saya tidak mengenal siapun. Indra, kolega saya memberi alamat hotel murah meriah namun nyaman di kota Olinda (6 km dari Recife). Saya pun mendatangi hotel tersebut dan bertemu dengan Maria, yang bekerja disana dan Indra mengenal dia.

Selama tinggal di hotel tersebut, saya mengenal beberapa penghuni lain yang juga kebetulan tinggal lebih lama di Recife. Adalah Jane, wanita Brazil yang menetap di Jerman. Jane tinggal 2 minggu lebih di Recife karena sedang mengikuti program operasi plastik. Kaget? Saya juga, sih, pertama-tama. Pada akhirnya akan terbiasa dengan aneka operasi plastik ketika menjelajah Brazil, Colombia dan lebih parahnya di Venezuela. Cerita tentang fenomena operasi plastik, akan saya bahas di tulisan perjalanan berikutnya.

Jane dan saya menikmati es kelapa di warung pinggir Pantai Boa Viagem.

Lalu saya mengenal Simone. Cewek cantik asal Curitiba, Brazil Selatan ini juga sama-sama bekerja di pemeran kerajinan tangan sedunia. Simone yang ramah dan baik hati, mahir berbahasa inggris. Jadi, kami pun langsung akrab.

Main ke Pantai Boa Viagem

Pameran kerajinan internasional yang digelar sore hari (pukul 5 sore sampai pukul 12 malam), membuat saya mempunyai waktu seharian untuk berjalan-jalan keliling kota Recife dan kota kecil tetangganya, yang dulunya adalah ibukota Propinsi Pernambuco: Olinda, serta main-main ke pantai yang jaraknya cukup dekat dari hotel.

Pantai Boa Viagem. Mirip pantai di Florida?

Adalah Pantai Boa Viagem, yang artinya ´Selamat Jalan´ dalam bahasa portugis. Pantai yang terkenal di Recife ini mempunyai bentuk fisik yang landai dengan pasir putih bertebaran sepanjang garis pantai. Air lautnya yang biru toska indah, membuat siapapun ingin menceburkan diri di dalamnya. Kalau kata orang, sih, bentuk fisiknya seperti pantai di Florida, Amerika Serikat.

Berenang di pinggir pantai aja, ya..nanti hiu-nya negur kalau berenangnya agak jauh dari pantai ;)

Sayangnya, kita tidak bisa berenang terlalu jauh dari garis pantai. Pantai Boa Viagem ini terkenal dengan bahaya ikan hiu yang bersliweran dekat garis pantai. Genit, banget,  si ikan-ikan hiu itu? Tapi anehnya, para pengunjung dan orang yang berenang tetap saja banyak, walaupun si ikan-ikan hiu ini lumyan banyak menelan korban. Lah? Nggak kapok. Hiiii..

Biarpun Pantai Boa Viagem ini banyak hiunya, tidak mengurangi daya tariknya untuk tetap dikunjungi. Leyeh-leyeh di pinggir pantai sambil menyeruput es kelapa muda atau caipirinha (minuman lakohol khas Brazil), menjadi pemandangan umum ketika saya menyempatkan diri mengunjungi Pantai Boa Viagem di sela-sela jadwal pameran yang padat. Bersama Maria, Jane dan Simone, kami pun berbaur dengan penduduk Recife di Pantai Boa Viagem.


Kami berada di kerumunan itu.


Recife dan Pantai Boa Viagem adalah dimulainya petualangan saya menjelajah Brazil dengan mengenal makanan lokalnya, minumannya bahkan karakteristik orang-orangnya. Saya tidak ingin membandingkan atau nyama-nyamain keadaan Brazil dengan Indonesia. Tetapi, keadaan iklim dan aneka makanan dan minuman yang mirip, membantu saya untuk mengatasi culture shock yang kadarnya rendah.

Bekunjung ke kota tua, Olinda

Pameran kerajinan tangan sedunia ini sebenarnya digelar di Convention Center kota Olinda. Olinda artinya ´cantik´ dalam bahasa portugis. Di siang hari, saya menyempatkan berjalan-jalan di kota tua Olinda bersama Jane dan Alberto.

Convention Center Olinda.

Olinda Kota Tua ini sangat indah di siang ataupun di malam hari. Bentuk fisik ruas jalan yang tertata rapi dan bersih serta jalanan bebatuan ini  menjadi daya tarik tersendiri. Juga bentuk fisik bangunannya yang memang bergaya kolonial. Dari sudut kota tua, terlihat indahnya pantai Olinda.

Suasana kota tua Olinda di malam hari.

Bersama Jane dan Alberto dengan latar belakang pantai Olinda.

Tidak terasa masa tinggal 15 hari di Recife dan Olinda berlalu. Pameran juga berjalan lancar, walaupun capek fisik, tetapi hati riang, hihi. Saya pun mengepak barang-barang menuju Bucharest, Rumania. Iya, ini perjalanan yang tidak nyambung. Tetapi, apa boleh buat. Profesi saya sebagai marketing internasional mengharuskan terbang kesana kemari dan hidup nomaden. Koper adalah teman setia saya.

Pernambuco itu...

  • Adalah nama Propinsi atau Negara Bagian di Brazil Utara. Recife adalah ibukota Propinsi tersebut. 

  • Pele, bintang sepakbola legendaris Brazil bahkan dunia berasal dari Propinsi Pernambuco. Oleh karena itu, berbicara sepakbola di Propinsi Pernambuco adalah hal yang sakral.
  • Terkenal dengan karnaval setiap awal bulan februari dan merupakan salah satu terbesar di Brazil setelah Rio de Janeiro.
Salah satu parade khas Pernambuco.

  • Bukan bermaksud rasis, penduduk Brazil Utara ini didominasi oleh penduduk berkulit hitam manis. Saya akan mengetahui demografi penduduknya setelah berpetualang ke Brazil tengah dan utara. Cara berbicara mereka juga berbeda dengan akses yang berbeda pula.




Pose bersama penduduk Pernambuco yang menampilkan karya seni mereka.

Penting! Sebelum berkunjung ke Brazil:

  1. Untuk WNI, tentunya memerlukan visa Brazil.
  2. Diwajibkan untuk melakukan vaksinasi Yellow Fever sebelum menginjakkan kaki di Brazil. Pastikan kita melakukan vaksin, karena ketika tiba di bandara dan kita menunjukkan kartu vaksinasi, mereka berhak untuk tidak menerbangkan kita. Atau pengalaman saya dari Paramaribo (Suriname), para penumpang yang menuju Brazil dan tidak memiliki kartu vaksinasi Yellow Fever, dikenakan denda cukup banyak dalam jumlah ribuan dollar amerika. Saat ini yang saya tau, kebanyakan bandara internasional menyediakan jasa vaksinasi yellow fever. Kalau menurut saya, sih, sebaiknya kita melakukan vaksinasi belasan hari sebelum keberangkatan, untuk menghindari kondisi tubuh yang kliyengan akibat vaksin.
  3. Siapkan fisik dan mental kita menuju Brazil. Tidak perlu mendengar komentar orang atau membaca berita negatif tentang Brazil. Yang penting adalah kita selalu waspada dan menjaga diri serta tidak mengundang orang untuk berbuat jahat. Di seluruh dunia bagian manapun, kejahatan pasti ada, tergantung kadarnya. 
  4. Sebaiknya membaca dan menyiapkan buku panduan untuk menetapkan pilihan berkunjung ke daerah atau kota mana saja. Brazil adalah negara yang sangat luas dengan kekayaan alam dan pemandangannya yang sangat indah. 
       Boa Viagem!

(      (Recife - Olinda, November 2007)
        
       Peta: google
       Lay out: LGN





Tidak ada komentar:

Posting Komentar