Like

Senin, 25 Februari 2013

VIII. 23. Estado Lara, Venezuela (5): Arsitektur Kolonial yang Cantik dan Pusat Kerajinan Tangan

Setelah puas menjelajah Maracaibo dan menyeberangi danaunya melalui jembatan yang panjangnya hampir 9 km, kemudian saya melanjutkan perjalanan ke Propinsi (Estado) Lara. 

Estado Lara terkenal dengan kota-kota kolonial yang apik dan kerajinan tangan khas Venezuela yang terkenal: hammock (bahasa inggris), hamaca (bahasa spanyol) atau tempat tidur gantung (bahasa Indonesia).


Suasana kota Carora dengan Katedral di tengah kota.


Sepanjang perjalanan, saya melewati daerah yang memiliki alam yang indah. Sayangnya infrastrukur jalanan tidak terlalu bagus, jalanan banyak berlubang dan tidak banyak rambu penunjuk jalan. Intinya, sih, jika berkendara harus hati-hati dan pasang mata baik-baik.

Di propinsi Lara ini, saya mengunjungi kota kecil kolonial yang bernama Carora dan El Tintorero. Yang terakhir adalah pusat kerajinan tangan hammock. Itu lho..tempat tidur gantung yang terbuat dari bahan baku katún yang dioleh dari kapas dan dipintal menjadi benang besar dan dikerjakan dengan tangan. 

Hammock sangat populer di pesisir Laut Karibia dan juga di rumah-rumah penduduk. Tak perlu ada pohon kelapa dan pantai untuk memasangnya. Dalam kondisi apapun, hammock dipakai untuk bersantai dan bobo siang.

Carora, Pesona Kota dengan Gaya Arstitektur Kolonial

Kami memilih Carora sebagai tempat singgah karena gaya arsitekturnya yang menarik. Katedral Carora yang terletak di tengah kota dengan bergaya reneisans ini memang sengaja dibangun oleh kolonial bangsa spanyol yang menjajah daerah itu.

Bentuk lampu yang menempel di tembok rumah penduduk. 

Selain gereja, yang menarik perhatian saya adalah bentuk lampu-lampu jalanan yang menempel di tembok perumahan.

Arsistektur pintu rumah dan jendela juga tak luput dari perhatian saya. Foto ini saya ambil dari rumah penduduk yang terletak tidak jauh dari Katedral Carora.

Arsitektur pintu rumah penduduk Carora (kiri) dan jendela (kanan).

El Tintorero, kota kecil penghasil kerajinan hammock

Setelah mengagumi Carora dan tinggal 1 malam, saya melanjutkan perjalanan ke El Tintorero, yang jaraknya hampir 80 km dan ditempuh selama 1 jam dengan kendaraan.

Home industry tempat dikerjakannya hammock.

El Tintorero ini terletak di daerah penhasil kerajinan khas Venezuela, seperti kota Quibor dengan keramiknya dan kota-kota sekelilingnya. Karena masalah waktu yang terbatas, akhirnya saya memilih El Tintorero sebagai kota kerajinan.

Hasil kerajinan hammock yang dipanjang. Yak..dipilih...dipilih!

Di El Tintorero ini kita bisa menyaksikan secara langsung home industry dan workshop yang dikerjakan oleh penduduk. Setelah itu, hasil kerajinan tersebut mereka bawa ke show room untuk dijual.

Letak geografis Estado Lara.


Estado Lara itu…
  • Bisa dijadikan alternative pilihan menjelajah Venezuela dari sisi daerah colonial.
  • Banyak daerah  menarik yang dikunjungi selain Carora. Sayangnya saya tidak mempunyai banyak waktu.
  • Merupakan salah satu pusat kerajinan nasional Venezuela dan terkenal dengan hammock-nya.


Estado Lara, Januari 2009.
Foto peta: google maps.

Minggu, 24 Februari 2013

VIII. 22. Maracaibo, Venezuela (4): Kota Penghasil Minyak Perpaduan Modern-Tradisional


Penjelajahan di Venezuela berikutnya adalah Maracaibo yang merupakan ibukota Propinsi (Estado) Zulia yang terletak di bagian barat Venezuela. Propinsi ini terkenal dengan penghasil minyak dan merupakan pusat perekonomian penting Venezuela.

Selama 3 hari 2 malam, saya mengunjungi kota Maracaibo dan sekelilingnya yang terletak di pinggir danau yang merupakan danau terbesar di Venezuela. Udara yang sangat panas, seringnya bisa mencapai suhu 45 derajat, mewajibkan kita untuk selalu banyak minum air. Selain itu, udara yang lembab juga mempengaruhi mood dan karakter penduduk sekitar yang keras, terkadang kasar dan cara berbicara mereka kencang seakan berbicara normal pun terdengar seperti berteriak.

Perpaduan Modern dan Tradisional

Sebagai kota dan Propinsi penghasil minyak dan barang tambang lainnya, Maracaibo dan Estado Zulia mau tidak mau harus membangun infrastruktur modern untuk mendukung pertambangan minyak tersebut. Walaupun demikian, pemerintah dan penduduk kota tidak melupakan sisi tradisi, agama dan budaya yang memang sudah lama tumbuh dan berkembang di sana.

Sepanjang jalan mengitari pusat kota, saya melihat banyak gereja dan satu Basilica yang terkenal dan merupakan tempat wajib  yang harus dikunjungi di Maracaibo. Apa saja yang menarik di kota ini?

Basílica de Nuestra Señora de Chiquinquirá

Basílica yang paling banyak dikunjungi oleh penduduk lokal, turis lokal bahkan turis mancanegara menjadi icon kota Maracaibo. Arsiterktur luar dan interior Basilica menjadi daya tarik yang mampu menarik perhatian banyak turis. Selain itu, legenda dibalik cerita Basílica ini dipercaya sampai saat ini.

Basílica de La Nuestra Señora Chiquinquirá.


Monumento de La Virgen Chinita de la Ciudad Maracaibo

Dibangun untuk menghormati La Virgen yang dianggap perempuan suci. Monumen ini juga dibangun dengan konsep taman kota dan penduduk lokal bisa menikmati keindahan taman ini.

Monumen La Virgen.

Iglesia de Santa Barbara

Bisa dikatakan bahwa banyak gereja yang terawat rapi di Maracaibo. Sisi agama dan tradisi terlihat jelas dijaga ditengah arus modernisasi pembangunan gedung-gedung yang menjulang tinggi.

Iglesia Santa Barbara.

Warna-warni!

Yang menarik menjelajah Maracaibo selain tempat-tempat bersejarah dan agama, arsitektur perumahannya bisa dikatakan menarik. Aneka warna cat memenuhi jejeran perumahan dengan gaya kolonial. Cat warna warni ini menunjukkan kota Maracaibo sangat hidup dan penduduknya yang berjiwa terbuka.

Deretan rumah yang berwarna-warni.

Jembatan General Rafael Urdaneta

Salah satu icon Maracaibo dan Estado Zulia adalah jembatan sepanjang hampir 9 km yang menyeberangi Danau Maracaibo, yang bernama Puente General Rafael Urdaneta. Nama ini diambiil dari pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Venezuela.

Jembatan Urdaneta.

Maracaibo itu…
  • Kurang bisa disebut sebagai kota turis karena memang kurang banyak atraksi dan tempat-tempat menarik yang dikunjungi.
  • Terkenal dengan kota minyak dan juga merupakan pusat perekonomian Venezuela.
  • Suhu udara yang sangat panas dan saking panasnya mempengaruhi emosi dan tertular ingin cepat marah. Hihi, ini beneran, lho..
  • Sisi lain Venezuela yang menampilkan budaya pinggir laut Karibia dan karakter penduduk pesisir yang keras.
Letak Geografis Maracaibo.


Maracaibo, Januari 2009
Peta: google maps

Jumat, 15 Februari 2013

VIII. 21. San Cristobal, Tachira, Venezuela (3): Dari Festival, Letusan Senjata sampai Desa yang Indah


Di awal tahun 2009, saya mengunjungi San Cristobal, Propinsi Tachira yang termasuk juga Pegunungan Los Andes. Bekunjungnya saya ke kota sejuk tersebut adalah untuk berpartisipasi dalam Festival San Sebastian yang berlangsung selama 1 bulan.

Secara letak geografis, San Cristobal terletak di sebelah barat daya Venezuela, sangat dekat dengan perbatasan antara kota San Cristobal dan Cúcuta (Colombia). 

Tentang Keamanan di San Cristobal
San Cistobal termasuk kota yang sejuk dan nyaman di siang hari. Di malam hari? jangan coba-coba pecicilan jalan-jalan sendirian. Kota ini dikenal lumayan berbahaya karena dekat dengan perbatasan Colombia dimana menurut penduduk setempat ada beberapa pemberontak yang menysup atau melarikan diri. Tak heran banyak polisi dan militer yang berjaga-jaga di mana-mana.

Ditambah lagi, seringnya mendengar letusan senjata yang mirip dengan petasan, yang diledakkan begitu saja. Ngeri? Ya, pasti, dong. Syukurlah saya menemukan hotel di tengah kota yang dekat dengan tempat festival. Pemilik hotel yang baik hati menyediakan taksi kenalannya untuk mengantar dan menjemput saya dari hotel ke tempat pameran dan sebaliknya. 

Bertemu dan Berbaur dengan Penduduk Setempat
Ah, sudahlah, tidak perlu menulis lebih panjang pengalaman dan situasi yang menegangkan tentang kota ini, karena pengalaman yang lebih menegangkan akan saya temui di Caracas, ibukota Venezuela, di mana saya memutuskan untuk menetap selama 1,5 tahun. 

Yang berkesan di San Cristobal dan Festival San Sebastian adalah saya bisa bertemu dengan peserta pameran lain dari berbagai daerah di Venezuela maupun berinteraksi dengan penduduk lokal. Walaupun bahasa spanyol saat itu tidak lancar, tetapi komunikasi tetap bejalan.


Bersama para penduduk lokal San Cristobal. Kanan atas: bersama penari Flamenco. 


Selama sebulan saya berada di wilayah dan daerahyang sama, jadi akrab dengan pemilik warung yang menyediakan cemilan dan kopi. Sebut saja namanya Ibu Violeta. Kami sempat berfoto berdua. Beliau mengenakan t-shirt warna pink. 

Lalu ada Ivana, Jenny dan beberapa cewek Venezuela yang kebetulan bersama sama di festival itèh u selama sebulan. Dari situ, saya jadi belajar bahasa spanyol sambil praktek. Dan mereka mengajarkan setiap kosa kata baru. Ternyata tidak sulit mengerti bahasa spanyol.

Di akhir pekan, biasanya ada pertunjukkan seni. Ada sulap atau hiburan untuk anak-anak serta tarian flamenco dan salsa. Saya sempat berfoto dengan para penari. Hmm..jangan bilang kalo mereka gendut, hihi...


Kunjungan Singkat ke kota San Cristobal, Desa Peribeco dan Represa
Walaupun saya sempat tinggal selama sebulan, tetapi tidak mempunyai banyak waktu untuk menikmati kota San Cristobal dan daerah sekitarnya. Selain itu, jalan-jalan sendirian kta penduduk lokal juga riskan karena ketauan sekali saya turis dan tidak mahir berbahasa spanyol.

Suasana kota San Cristobal.


Ah, tapi, cuek aja, deh. Kalo dipikirin bahayanya, kapan bisa plesiran? Yang penting tetap hati-hati dan banyak doa. 

Setelah festival selesai, saya menyisihkan waktu selama 4 hari untuk plesiran. Pertama-tama saya jalan-jalan di sekitar pusat kota, lalu ke desa kecil Peribeco yang jaraknya tidakjauh dari pusat kota. Lagi-lagi pemilik hotel menyediakan taksi pulang-pergi untuk mengantar dan menjemput saya dari hotel ke desa Peribeco. 

Suasana kota kecil Peribeco.

Di hari terakhir plesiran, saya mengunjungi Represa Uribante Caparo Leonardo,yang terletak di Propinsi Tachia, 2 jam dengan mengendarai mobil dari San Cristobal. Represa adalah konservasi air ntuk mengantisipasi kekurangan air. Konstruksi yang indah seakan adalah bentuk alami, padahal represa itu memang sengaja dibangun. Indah sekali.
                           Represa Uribante Caparo Leonardo, Estado Tachira.



Letak Geografis San Cristobal


Pengalaman tentang San Cristobal dan Propinsi Tachira...

  • Masih beruntung dipertemukan orang-orang yang baik di tengah-tengah berita berbahaya tentang San Cristobal dan Venezuela itu sendiri.
  • Berbaur dengan penduduk sekitar yang ramah dan menerima turis dan bangsa pendatang.
  • Sebaiknya tidak perlu mengetahui lebih dalam mengetahui keadaan bahaya suatu kota karena akan merugikan masa tinggal di sana dan membuat jadi takut plesiran, apalagi sendirian.
  • Setiap malam menjelang tidur, saya mendengar suara letusan senjata. Dari yang pertamanya kaget dan ngeri, akhirnya menganggap itu adalah bunyi suara musik. Membuat pikiran positif sangat diperlukan di situasi seperti ini.
  • Berusahalah untuk berbaur dan berkomunikasi dengan penduduk lokal, walaupun kesulitan masalah bahasa. Karena, penduduk lokal ataupun pemilik hotel adalah orang terdekat jika sesuatu terjadi pada diri kita.
  • Tetap santai dan mengontrol emosi di setiap keadaan dan harus selalu hati-hati  di manapun kita berada.
  • Di kota inilah, petualangan saya tentang plesiran ke Venezuela dan diuji menilainya secara obyektif, tidak subyektif. Dan hal itu sangat sulit mengingat Venezuela adalah negara yang mempunyai permasalahan kompleks dari segi politik, ekonomi dan keamanan. 

San Cristobal, Januari 2009

Foto peta: google maps.