Like

Rabu, 30 Juli 2014

XIV. 6. (Prancis): Mornas, Benteng Penjaga Vaucluse


Up date blog yang akan datang, saya akan bercerita tentang kota-kota dan tempat-tempat menarik di Prancis yang saya kunjungi mulai awal tahun ini. Ya, karena kami memutuskan menetap di Grenoble, Prancis Tenggara, maka kesempatan untuk menjelajah wilayah Prancis terbuka lebar. 

Grenoble yang letaknya di rangkaian Pegunungan Alpen, ideal untuk bermain ski dan aneka olahraga musim dingin dan musim panas, juga berdekatan dengan wilayah Prancis Selatan, ideal untuk menghabiskan akhir pekan di pantai. Jadi, letak Grenoble sangat strategis untuk mencapai beberapa wilayah Prancis yang beraneka ragam dengan keindahan alamnya.

Di cerita blog sebelumnya, saya sudah bercerita tentang pengalaman bermain ski di rangkaian Pegunungan Alpen di musim dingin. Beberapa kali kami menghabiskan akhir pekan untuk bermain ski. Memasuki musim semi, kami ´bergerak´ ke arah Prancis Selatan dan Prancis Barat untuk mengunjungi pantai, kota-kota indah dan istana raja serta benteng di zaman abad pertengahan dan zaman renaisans.

Mornas: Benteng Penjaga Abad Pertengahan

Mornas adalah kota kecil di daerah Vaucluse, Prancis Selatan. Terkenal dengan benteng kokoh dan luas di atas ketinggian di Perbukitan Rhône, menjadikan Mornas tempat jaga-jaga dari serangan musuh pada abad pertengahan.

Mengintip Perbukitan Rhône dari benteng Mornas.

Tertariknya kami mengunjungi Mornas dan bentengnya yang terletak di ketinggian karena menarik perhatian dari pinggir jalan. Benteng yang kokoh berdiri tegak di tempat ketinggian seakan menegaskan bahwa dialah penguasa daerah Vaucluse.

Tidak salah memang memilih Mornas untuk menghabiskan suatu akhir pagi menjelang siang di suatu akhir pekan untuk menjelajah kompleks perbentengan yang dulunya merupakan tempat tinggal para bangsawan dan rakyatnya. 

Mornas dari salah satu sisi.


Untuk menuju benteng teratas, kita cukup berjalan kaki melewati daerah perkampungan yang masih terawat rapi dengan deretan rumah penduduk dan gang-gang kecil yang dicat berwarna-warni. Jalanan menanjak tidak terasa karena kami disuguhi pemandangan indah di sekeliling. Walaupun kami mengunjunginya di awal musim semi tahun ini, cuaca cerah berpihak kepada kami dan para pengunjung lainnya.

Letak Mornas di Prancis Selatan.

Benteng Mornas ini cukup luas. Setidaknya memerlukan waktu 2 jam untuk mengunjunginya dengan santai. Dari ketinggian benteng ini, kita bisa menyaksikan pemandangan luas terhampar daerah Vaucluse dengan Gunung Ventoux-nya dan alamnya yang indah.


Jika Anda sudah mengenal Prancis dan sudah mengunjungi Paris dan beberapa kota ikonik lainnya, lain waktu kunjungan, sebaiknya jadikan wilayah Prancis Selatan tujuan utama mengenal alam pedesaan Prancis. Dijamin Anda akan melihat Prancis dari sisi lain.

Foto peta: vin-vigne.com via google 

Senin, 28 Juli 2014

XIV. 5. (Prancis): Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H

Para pembaca setia blog, apa kabar? 
Sudah sebulan lebih saya tidak update blog. Saatnya kembali lagi dengan beberapa cerita.

Bulan Juni dan Juli adalah bulan sibuk di dunia. Tidak hanya di Prancis yang ramai dengan pesta menyambut musim panas, seperti Fête de la Musique (21 juni), lalu juga kegiatan tahunan yang mendunia: Tour de France (5 – 27 juli), lalu Fête Nationale (14 juli). Di KBRI dan konjen perwakilan Indonesia di eropa dan di dunia juga melaksanakan Pemilu Presiden (6 juli).

Di Indonesia pun demikian, tak kalah sibuknya. Yang masih hangat dalam perbincangan adalah kampanye para capres di bulan juni dan Pemilu (9 juli), lalu dimulainya bulan suci ramadan di akhir bulan juni dan Hari Raya Idul Fitri (28 juli).

Menu Idul Fitri hasil masakan sendiri. Walaupun di perantauan dan jauh dari tanah air, saya berusaha untuk menyajikan makanan khas Idul Fitri, Soal rasa? jelas beda! yang ini lebih enak, hehe..


Tak hanya kegiatan penuh kegembiraan, pesta demokrasi dan pesta rakyat, keadaan dunia pun tak kalah genting. Ya, ramainya penyerangan di Jalur Gaza antara Israel dan Palestina adalah kejadian yang tak diinginkan oleh umat manusia tetapi masih terus berlangsung. Walaupun sudah dilakukan mediasi, diplomasi ataupun cara damai, kenapa perang secara fisik yang masih dipilih? Ini tentu menjadi pertanyaan kita semua.

Yang kalah mengerikan peristiwa di dunia adalah kecelakaan pesawat di bulan juli yang jaraknya hanya hitungan kurang seminggu. Pesawat Malaysia Airline yang diduga ditembak misil di perbatasan Ukraina, kecelakaan pesawat di Taiwan dan yang terbaru adalah kecelakaan pesawat di Mali.

Tour de France, yang melewati depan rumah. Kami pun ikut menyemangati para peserta secara langsung! 


Kembali lagi dengan semangat Hari Kemenangan Idul Fitri yang dirayakan oleh umat muslim sedunia, hendaknya kita memikirkan kembali apa makna Idul Fitri itu sendiri. Budaya Idul Fitri di Indonesia adalah silaturahmi, saling memaafkan antara saudara, teman, tetangga dan sesama manusia. Selain itu juga tak ketinggalan acara kuliner dan masakan khusus khas Idul Fitri, yaitu aneka kue kering, ketupat, opor, rendang, lontong sayur. Tak ketinggalan adalah menunaikan zakat dan membagikan/menerima THR atau angpao atau apalah istilahnya bagi sebagian besar yang merayakannya.

Bagi saya sendiri, Idul Fitri adalah titik balik dan refleksi apa yang sudah saya lakukan untuk kebaikan bagi diri sendiri dan keluarga serta bagi orang banyak. Selain tentunya silaturahmi dengan keluarga besar, antar tetangga dan antar teman, makna Idul Fitri adalah berbagi. Berbagi dalam kebaikan, berbagi keikhlasan dan menguji kesabaran.

Idul Fitri kali ini kami merayakan dengan sederhana berdua di Prancis. Kami tidak pulang kampung ke Indonesia seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini adalah pilihan. Walaupun demikian, tidak mengurangi niat kami berbagi dan bersilaturahmi dengan keluarga dan teman-teman. Kan, ada alat komunikasi canggih, mulai dari Skype, internet, telpon, whatsapp dan segala rupa jenis komunikasi langsung.

Yang saya rindukan adalah sungkem langsung kepada orang tua dan eyang putri yang masih hidup dan dalam keadaan sehat wal afiat. Itu saja.

Jadi, Idul Fitri kali ini penuh dengan makna perenungan dan kembali ke fitrahnya sebagai manusia. Apa yang sudah saya lakukan untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, lingkungan terdekat maupun orang banyak. Setidaknya tetap merenungi juga arti perdamaian dan toleransi yang tinggi untuk seluruh umat manusia di dunia agar terhindar dari kesalahpahaman, terjadinya perang atau hal-hal lain yang mengerikan yang tidak kita inginkan.

Yang terpenting adalah selalu menjaga sikap menuju kebaikan. Walaupun sulit dan banyak kekurangan, saya kira itu wajar kita sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan dan kekurangan. Asalkan kita menyadari dan tidak menilai diri sendiri selalu lebih baik daripada orang lain.

Sekali lagi, Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin. Maafkan atas postingan yang kurang berkenan ataupun tulisan yang mungkin menyinggung perasaan para pembaca blog.

Salam damai!

Grenoble, Prancis, 28 juli 2014


Senin, 09 Juni 2014

XIV. 4 (Prancis): Bermain Ski di Rangkaian Pegunungan Alpen


Di bab-bab sebelumnya, saya berbagi tentang rempongnya proses administrasi ke Prancis. Nikmati saja walaupun gregetan juga sih. Tetapi rasanya rugi kalau mengutuk sistem admnistrasi yang memang rempong dari sononya. 

Menikmati senja dari ketinggian di Rangkaian Pegunungan Alpen.


Karena itu kami memilih untuk menikmati Grenoble, kota di Prancis Tenggara yang kami pilih untuk menetap di Prancis sementara ini. Letak geografis Grenoble yang sekelilingnya adalah barisan Pegunungan Alpen, cocok untuk bermain ski, hiking di hutan yang penuh salju samapi menikmati masakan lokal khusus musim dingin.

Menjelajah hutan cemara yang dipenuhi salju. Seru deh!


Grenoble bisa dikatakan tujuan populer liburan musim dingin bagi mereka yang ingin bermain ski. Dari Grenoble, disediakan bus-bus dengan aneka tujuan stasiun ski yang mengantarkan para turis lokal dan internasional yang ingin menikmati alam Prancis Tenggara di Pegunungan Alpen.

Tak ingin ketinggalan dengan para turis, kami yang berdomisili di Grenoble pun tak ingin ketinggalan bermain ski hampir tiap akhir pekan. Ski termasuk olahraga yang mahal, tetapi kami beruntung bisa bermain ski setiap akhir pekan karena letak rumah kami dan stasiun-stasiun ski yang tersebar di Pegunungan Alpen hanya berjarak 40 menit dengan berkendara. 
Bersiap-siap main ski dari ketinggian 2000 meter di Chamrousse, Rangkaian Pegunungan Alpen Prancis.

Jadi kami tidak perlu menyewa hotel atau tempat penginapan untuk bermain ski. Tinggal datang pagi-pagi dan kembali ke rumah sore hari. Praktis kan?

Karena tempat tinggal kami yang strategis di dekat gunung, kami pun kedatangan teman-teman dari Paris yang memang ingin menikmati ski sepuasnya. 

Oh iya, jarak Grenoble – Paris sejauh 576 km, ditempuh 3 jam dengan TGV/ kereta cepat atau 6 jam dengan berkendara. Nggak terlalu jauh kan?


Jadi…Prancis nggak harus identik melulu dengan Paris dan Menara Eiffel-nya kan? Hehe..

Foto: David Hidayat