Like

Rabu, 13 Agustus 2014

XIV. 18 (Prancis): Karier & Profesi Pramuniaga Toko, Kasir, Pelayan Resto sampai Cleaning Service (Bag. 7)

Masih tentang pembahasan Karier, Pekerjaan dan Mengurus Rumah Tangga. Memang panjang jika kita membahasnya secara detil dan satu per satu. Saya sengaja mengangkat topik ini karena isi blog saya tidak melulu tentang plesiran, jalan-jalan dan hal-hal yang berhubungan dengan turisme saja. 

Saya ingin bervariasi dan berbagi topik lainnya. Alasannya sederhana karena saya bukan turis di Prancis. Melainkan memutuskan tinggal di Prancis lagi setelah 9 tahun berlalu dan beradaptasi dengan budaya Prancis dan masih terus belajar memahami segala sistem kehidupan di Prancis.

Saat ini topik yang masih ingin saya bahas adalah masih tentang Karier dan Pekerjaan di Prancis, yang mempunyai penilaian lain dari sudut pandang kebanyakan orang Indonesia yang belum pernah merasakan tinggal di Prancis atau di Eropa pada umumnya. Yang mengenal Prancis dan Eropa melalui media atau bahkan berkunjung hanya sebagai turis. Tentulah berbeda sudut pandang kehidupannya.

Bukan bermaksud merendahkan sudut pandang yang berbeda, melainkan membuka mata akan profesi-profesi yang dianggap sebelah mata di Indonesia, kebalikannya di Prancis, profesi-profesi tersebut tetap mendapatkan sejajar dengan profesi apapun. Karena pada dasarnya, apapun profesi dan pekerjaan Anda tetap mulia dan tidak dipandang sebelah mata.

Setelah profesi pembantu rumah tangga dan penjaga/pengasuh anak yang masih dianggap remeh/dianggap kurang bonafid adalah menjadi pramuniaga toko, kasir supermarket, pelayan restoran sampai cleaning service hotel/restoran/kantor.

Banyak juga orang asing yang mengerjakan profesi di atas, tak terkecuali orang Indonesia yang merantau ke Prancis, baik itu mereka yang sedang menempuh pendidikan, merantau karena mencari pekerjaan atau memang bersuamikan orang prancis.

Pekerjaan-pekerjaan tersebut memang jauh dari pekerjaan orang kantoran, di gedung-gedung bertingkat di kawasan bergengsi di Jakarta atau di kota-kota lain di Indonesia. 

Seperti yang sudah saya tulis di bagian-bagian sebelumnya jika Anda menyimak, pekerjaan apapun di Prancis sama mulianya. Karena diatur oleh Undang-undang dan ada standar gaji minimal dengan standar waktu bekerja. Dan jangan lupa bahwa mereka juga memiliki hak berlibur setidaknya 5 minggu dalam setahun dan tetap mendapatkan gaji!

Mereka yang bekerja sebagai profesi-profesi di atas berhasil menjalani hidupnya, berhasil memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa meminta-minta bantuan dari pemerintah dan juga berhasil hidup mandiri bahkan turut berperan dalam belanja rumah tangganya. Yang lebih fantastis lagi, mereka berhasil membantu keluarga di Indonesia bahkan berhasil menabung untuk liburan ke Indonesia atau ke negara-negara lain berkat kerja kerasnya.

Karena itu standar pekerjaan dan gaji antar negara tentu berbeda-beda. Profesi-profesi yang dianggap remeh atau hina tetapi berhasil membangun hidup semua orang di Prancis atau di negara-negara eropa lainnya, yang belum tentu akan sama hasilnya di Indonesia. Di Indonesia pun, jika kita mempunyai pekerjaan bagus, belum tentu kita memilliki standar gaji layak bahkan sampai bisa menikmati liburan ke seluruh Indonesia atau ke luar negeri.

Nah, pesan moral saya adalah sebaiknya tidak meremehkan jenis pekerjaan apapun, terlepas itu di Prancis, di Indonesia atau di negara manapun. Apapun jenis profesi dan pekerjaan yang kita pilih atau orang lain pilih adalah pilihan hidupnya sendiri. Kita tidak berhak menilai kelemahannya saja, menilai keburukannya saja atau menganggapnya rendah hanya demi harga diri dan gengsi.


Setuju?

XIV. 18. (Prancis): Profesi Pembantu Rumah Tangga, Penjaga/Pengasuh Anak (bagian 6)

Nah, tentu Anda para pembaca sudah mempunyai sedikit dan banyak gambaran tentang kehidupan karier dan pekerjaan di Prancis serta mengurus rumah tangga. Yang saya mau bahas lebih lanjut lagi adalah tentang peluang menjadi pembantu rumah tangga yang bekerja di waktu tertentu atau menjadi babysitter.

Sudah dibahas di atas tentang sulitnya mencari pekerjaan sesuai keinginan kita di Prancis, lalu tentang  kerepotannya para orangtua di Prancis yang memutuskan bekerja tapi mereka memiliki anak. Yang mau tidak mau harus menitipkan anak-anak mereka di tempat penitipan anak atau pengasuh anak atau meminta jasa babysitter atau pengasuh anak untuk menjemput anak-anak dari sekolah.

Nah, bagi sebagian orang asing (atau bahkan orang Prancis sendiri) yang kesulitan mencari pekerjaan sesuai dengan keingian mereka, setidaknya mereka bisa melihat  hal ini sebagai peluang untuk menjadi pembantu rumah tangga atau pengasuh anak.

Jam kerjanya tidak melulu setiap hari dan setiap waktu, jadi kita bisa mengatur waktu kapan kita bekerja tanpa mengabaikan keluarga kita sendiri.

Memang, sih, profesi pembantu rumah tangga atau pengasuh/penjaga anak sepertinya rendah dan tidak mungkin kita lakukan di negeri sendiri. Tetapi, jika profesi tersebut mendapat kompensasi atau gaji minimal sesuai yang ditetapkan pemerintah serta termasuk ke dalam profesi yang dihargai di Prancis, akhirnya banyak juga dilakukan oleh para wanita asing.

Untuk kebanyakan orang Indonesia sendiri yang saya jumpai, banyak juga yang melakukan pekerjaan ini. Mereka melakukannya sebagai pekerjaan sampingan. Misalnya mereka anak sekolah yang sedang menempuh pendidikan di Prancis dan memerlukan uang ekstra, mereka memilih untuk menjadi pengasuh anak/penjaga anak beberapa jam sehari. Lumayan untuk menambah uang saku.

Begitu pun dengan mereka yang memilih profesi menjadi pembantu rumah tangga dengan membersihkan rumah orang lain atau membantunya menyetrika dan dihitung jam-jaman. Hasilnya lumayan untuk menambah uang belanja atau membeli tas merek tertentu tanpa meminta suami.

Tetapi, balik lagi ke mentalitas individu masing-masing. Tentu ada yang merasa gengsi, malu, merasa rendah diri atau takut jadi bahan cemo´oh orang lain. Apalagi jika mereka yang dulunya mempunyai karier dan pekerjaan bagus di Indonesia, lalu berubah profesi menjadi pembantu rumah tangga atau pengasuh anak? Ditambah lagi jika sang suami memiliki kedudukan penting di perusahaannya, masak istrinya menjadi pembantu atau penjaga anak? Siapkah Anda atau kita sendiri melihat penilaian orang lain?

Saya tekankan bahwa selama pengalaman hidup di Prancis, pekerjaan apapun sama mulianya karena seluruh profesi dilindungi Undang-undang dan ada aturan jelas untuk gaji minimal dan waktu bekerja yang dilindungi pemerintah. Jadi tidak ada istilah terhina, rendah diri atau merasa tidak berguna jika Anda melakukan pekerjaan tersebut.

Di blog berikutnya, saya akan membahas profesi lainnya yang seringnya dianggap remeh dan rendah oleh sebagian besar orang Indonesia yang tidak mengerti tentang sistem kehidupan dan pekerjaan di Prancis atau di Eropa tepatnya: menjadi pelayan restoran, pramuniaga toko, kasir supermarket sampai cleaning service hotel/rumah sakit/restoran/kantor.

(Untuk para perantau dari seluruh dunia, khususnya untuk teman-teman seperjuangan di Prancis, yang tidak pernah menyerah untuk bertahan dan beradaptasi dng kehidupan Eropa yang tidak mudah. Prancis selalu membuka pintunya lebar-lebar untuk mereka yang mau bekerja keras)

XIV. 17. (Prancis) : Antara Karier, Pekerjaan, Mengasuh Anak dan Mengurus Rumah Tangga (Bag. 5)


Karier dan pekerjaan di negara Prancis masih menjadi topik saya. Jangan bosan, ya. Karena seiring dengan berjalannya waktu tinggal di Prancis, tentu kita semakin mengenal budaya sehari-hari, kebiasaan orang Prancis sampai sulitnya mencari pekerjaan.

Di bagian-bagian sebelumnya, sudah saya jelaskan beberapa poin penting tentang sulitnya mencari pekerjaan atau meneruskan karier di Prancis. Selain ijazah pendidikan dan pengalaman kerja yang kita peroleh di luar prancis, kendala bahasa juga tentunya punya andil.

Tahukah Anda apa yang dilakukan sebagian besar para wanita asing yang beristrikan orang Prancis ketika mereka telah lelah mencari pekerjaan sesuai dengan keinginan dan pengalaman mereka namun mereka tidak mendapatkannya?

Sebagian memilih untuk tidak bekerja tanpa gaji alias menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak. Mau saya tekankan di sini bahwa pilihan menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak adalah pilihan dan pekerjaan mulia. Karena, tahukah Anda bahwa profesi apapun dihargai di Prancis? Menjadi ibu rumah tangga dengan mengurus rumah, anak dan suami termasuk dalam katergori pekerjaan di Prancis. 

Jika kita ingin mendapat gaji, kita bisa melamar menjadi pembantu rumah tangga dan babysitter untuk orang lain dan tentunya mendapat gaji. Tetapi, pernah terpikirkah oleh kita bahwa misalnya kita memilih bekerja karier di Prancis, lalu siapa yang mengurus rumah dan anak-anak? Pilihannya adalah kita mengerjakan semuanya sendiri dan berbagi tugas dengan suami. Tetapi, tidak mungkin, kan bekerja sambil mengurus anak sehari-hari dan membereskan pekerjaan rumah?

Karena itu, profesi sebagai pembantu rumah tangga dan pengasuh anak termasuk pekerjaan yang paling dicari di Prancis. Dan tentu kita mendapat gaji yang optimal dengan gaji mínimum per jam yang telah ditentukan oleh negara.

Bayangkan jika Anda memutuskan untuk berkarier dan bekerja kantoran, siapa yang mengurus anak-anak Anda? Jika bekerja menjadi pilihan Anda berdua dan Anda telah memiliki anak, maka ada kategori untuk menitipkan si anak:

  •    Usia 3 bulan – 3 tahun, Anda bisa medaftarkan dan menitipkan mereka di tempat penitipan anak (biasanya penitipan anak ini milik pemerintah) yang terletak dekat dengan domisili Anda. Untuk mendapatkan tempat untuk Anda di tempat penitipan tersebut, Anda harus mendaftarkannya jauh-jauh hari karena jumlah tempat terbatas. Selain itu juga dilihat dari status pekerjaan dan penghasilan Anda dan suami. Besarnya biaya tempat penitipan anak bervariasi, tergantung dari penghasilan gabungan Anda dan suami. Jika gaji Anda berdua dinilai cukup besar, maka Anda harus membayar lebih mahal. Tetapi jika gaji Anda berdua dinilai di bawah standar, maka biaya penitipan akan lebih murah. Prancis memakai tarif progresif untuk menentukan besarnya biaya penitipan anak bagi masing-masing orang tua.
  •    Usia 3-6 tahun, maka sudah termasuk ke kelompok anak-anak TK. Akan lain lagi aturannya karena hitungannya, mereka sudah bersekolah. Dan setelah waktu sekolah selesai, mereka akan dititipkan ke tempat penitipan anak yang kategori kelompok usia yang sama.
  •     Usia anak 6 tahun ke atas, biasanya waktu sekolah mereka akan lebih lama dan mereka akan tinggal di sekolah seharian, hampir sama dengan waktu bekerja orang tua. Jadi, mulai di usia 6 tahun ini, jasa tempat penitipan anak hampir tidak diperlukan. Tetapi orang tua harus tepat waktu menjemput sang anak. Jika tidak, akan ada sangsi dari pihak sekolah. Jika jam bekerja Anda tidak memungkinkan menjemput sang anak pulang sekolah, Anda bisa memakai jasa babysitter beberapa jam untuk menjemput anak dari sekolah dan menemaninya pulang ke rumah sampai Anda atau suami Anda pulang ke rumah.


Menjadi orangtua dan mempunyai anak lalu memutuskan untuk bekerja memang tidak mudah karena kehidupan di Prancis menuntut kita untuk melakukan segala sesuatunya dengan sendiri.

Sendiri disini maksudnya, dikerjakan antara Anda dan suami serta partisipasi anak-anak Anda. Pekerjaan domestik seperti memasak, menyiapkan makanan, membersihkan rumah sampai melakukan pekerjaan rumah lainnya memang dikerjakan sendiri. 

Jarang ada yang memiliki rumah tangga yang menginap di rumah seperti di Indonesia. Kalaupun beberapa keluarga memutuskan memiliki pembantu rumah tangga, si pembantu tidak bekerja setiap hari, melainkan ada jam-jam bekerjanya. Karena memang tarif mereka dibayar per jam. Misalnya si pembantu bekerja seminggu sekali dengan lama waktu 2 – 3 jam. Pekerjaan mayoritas yang dilakukan adalah bebenah rumah dan menyetrika.