Like

Rabu, 30 Juli 2014

XIV. 8. (Prancis): Concarneau, kota pinggir pantai Atlantik

Adalah Concarneau, kota kecil di pinggir pantai Atlatik di daerah Bretagne, Prancis Barat, yang kami kunjungi di musim dingin di bulan februari untuk menghadiri pernikahan pasangan Indonesia-Prancis.

Sebagian besar dari kami atau bahkan Anda bertanya-tanya, mengapa pernikahan dilakukan di saat musim dingin? Bukan pada saat musim panas seperti kebanyakan pesta pernikahan di eropa? Jawabannya adalah karena pasangan yang menikah tersebut sangat sibuk bekerja di musim panas. Jadilah mereka mempunyai waktu libur pada saat musim dingin.

Concarneau dari pinggir pantai di musim dingin.

Kami yang baru saja menetap di Grenoble pun bela-belain untuk hadir, walaupun jarak cukup jauh, toh, masih di sekitar Prancis juga. Tetapi, jangan sedihhhhhh…jarak waktu tempuh nggak kalah lama dengan waktu tempuh ke luar negeri, hehe. Bahkan menurut kami, ke Milan, Italia lebih dekat dengan jarak tempuh 4 jam dengan berkendara.

Untuk mencapai Concarneau, kami memtuskan untuk naik kereta Grenoble – Paris, lalu dari Paris, kami menumpang mobil bersama teman-teman lain menuju Concarneau dengan jarak tempuh hampir 6 jam lebih. Lama, kan? Jika ditotal, kami menempuh perjalanan hampir 10 jam dari Grenoble ke Concarneau. Apa daya, pasangan yang menikah tersebut adalah teman baik kami, jadi ya pasti dibela-belain, dong.

Di sinilah letak Concarneau.. Jauh, kan, dari Grenoble?


Kesan tentang Concarneau sendiri adalah kota kecil di tepi pantai Atlantik yang ombaknya cukup keras dan tinggi. Ditambah kami datang pada saat musim dingin, tentu bukan waktu yang tepat untuk berjemur di tepi pantai menikmati sinar matahari 30 derajat.

Namun kami beruntung karena pada saat akhir pekan acara pernikahan, cuaca sangat cerah dengan sinar matahari yang royal, walupun kami harus menahan suhu 12 derajat, hehe..Semoga kami bisa berkunjung lagi di saat musim panas, berjemur di tepi pantai sambil menikmati makanan khas lokal yang lezat.



Foto peta: vin-vinge via google

XIV. 7. (Prancis): Gordes - Roussillon via Abbaye de Sénanque


Di Prancis Selatan, banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Pemandangan alamnya yang indah terhampar luas dengan perkebunan anggur, perkebunan zaitun dan aneka hasil perkebunan lainnya yang bisa kita nikmati sepanjang musim. 

Namun demikian, musim semi dan musim panas adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi beberapa daerah cantik ini, yang terkenal dengan tempat tinggal favorit para selebriti Prancis maupun selebriti dunia. Sebut saja Brad Pitt dan Angelina Jolie, yang memilih Prancis Selatan untuk tempat tinggalnya.

Tahukah Anda banyak sekali desa-desa di Prancis Selatan yang dinobatan sebagai pedesaan terindah? Tak mau ketinggalan menjadi saksi hidup mengunjungi desa-desa tersebut, kami pun mengunjungi Gordes dan Roussillon, dua pedesaan terindah yang kami pilih di antara belasan atau puluhan desa terindah di Prancis Selatan.

Gordes, salah satu pedesaan terindah di Prancis Selatan.


Berjarak sekitar 200an km dari Grenoble, tempat tinggal kami, dengan berkendara lebih dari 2 jam, akhirnya kami tiba di Gordes, desa terindah pertama yang kami kunjungi. Di suatu akhir pekan di musim semi, kami pun menyaksikan keindahan Gordes dari ketinggian dan beruntung sekali cuaca sangat cerah pada waktu itu.

Tidak hanya Gordes yang memang indah secara bentuk fisik arsitekturnya, tetapi juga perjalanan menuju ke Gordes juga tak kalah indah dengan hamparan perkebunan anggur yang tertata cantik dan rapi.

Abbaye de Sénanque: penghasil lavender terkenal

Meski hanya setengah hari mengunjungi Gordes, jangan lewatkan untuk mampir ke Abbaye de Sénanque, biara cantik abad pertengahan yang masih kokoh berdiri dan terawat sampai saat ini. Biara ini terkenal dengan perkebunan lavendernya yang cantik di musim panas. 


Abbaye de Sénanque dengan hamparan perkebunan lavender yang siap panen musim panas ini. 

Tak hanya lavender yang menjadi daya tariknya, tetapi juga sejarah biara itu sendiri. Terletak di tengah-tengah hutan dan jauh dari hingar bingar, biara ini sangat cocok untuk tempat menyepi dan menenangkan diri. Biara ini menyediakan penginapan dan kegiatan, seperti hiking. Jika sedang beruntung, kita bisa menyaksikan para biarawan melakukan kegiatan sehari-harinya. Tetapi jangan ajak mereka berbicara atau memotretnya, ya. Mereka menginginkan privasi.

Roussillon, desa merah bata yang memesona

Desa terindah lainnya di Prancis Selatan yang letaknya berdekatan dengan Gordes dan Abbaye de Sénanque adalah Roussillon. Kurang lebih 12 km dari Gordes, kami tiba di desa yang tanahnya didominasi warna merah bata merona.

Roussillon, kota merah bata yang memesona.


Yang menarik dikunjungi adalah daerah tanah merah yang warnanya bergradasi. Kita bisa menikmati daerah ini dengan berjalan kaki berundak-undak dengan rute mudah atau rute rumit. Tergantung pilihan kita.

Di sini, nih, letak Gordes dan Roussillon.


Roussillon memang tidak terlalu luas tetapi banyak tempat yang dikunjungi. Kami sengaja berjalan kaki seharian menjelajahinya. Mulai dari perkampungannya yang cantik, tertata tapi dan didominasi warna merah bata, terakota dan kuning gading, lalu berhenti menikmati kopi di teras café unik yang cantik. Setelah itu kami menjelajah perkebunan anggur dan buah-buahan musim panas yang sedang dalam pembuahan.

Nah, semoga Anda pun bisa menikmati pedesaan – pedesaan indah lainnya di Prancis Selatan.


Foto peta: vin-vigne.com via google


XIV. 6. (Prancis): Mornas, Benteng Penjaga Vaucluse


Up date blog yang akan datang, saya akan bercerita tentang kota-kota dan tempat-tempat menarik di Prancis yang saya kunjungi mulai awal tahun ini. Ya, karena kami memutuskan menetap di Grenoble, Prancis Tenggara, maka kesempatan untuk menjelajah wilayah Prancis terbuka lebar. 

Grenoble yang letaknya di rangkaian Pegunungan Alpen, ideal untuk bermain ski dan aneka olahraga musim dingin dan musim panas, juga berdekatan dengan wilayah Prancis Selatan, ideal untuk menghabiskan akhir pekan di pantai. Jadi, letak Grenoble sangat strategis untuk mencapai beberapa wilayah Prancis yang beraneka ragam dengan keindahan alamnya.

Di cerita blog sebelumnya, saya sudah bercerita tentang pengalaman bermain ski di rangkaian Pegunungan Alpen di musim dingin. Beberapa kali kami menghabiskan akhir pekan untuk bermain ski. Memasuki musim semi, kami ´bergerak´ ke arah Prancis Selatan dan Prancis Barat untuk mengunjungi pantai, kota-kota indah dan istana raja serta benteng di zaman abad pertengahan dan zaman renaisans.

Mornas: Benteng Penjaga Abad Pertengahan

Mornas adalah kota kecil di daerah Vaucluse, Prancis Selatan. Terkenal dengan benteng kokoh dan luas di atas ketinggian di Perbukitan Rhône, menjadikan Mornas tempat jaga-jaga dari serangan musuh pada abad pertengahan.

Mengintip Perbukitan Rhône dari benteng Mornas.

Tertariknya kami mengunjungi Mornas dan bentengnya yang terletak di ketinggian karena menarik perhatian dari pinggir jalan. Benteng yang kokoh berdiri tegak di tempat ketinggian seakan menegaskan bahwa dialah penguasa daerah Vaucluse.

Tidak salah memang memilih Mornas untuk menghabiskan suatu akhir pagi menjelang siang di suatu akhir pekan untuk menjelajah kompleks perbentengan yang dulunya merupakan tempat tinggal para bangsawan dan rakyatnya. 

Mornas dari salah satu sisi.


Untuk menuju benteng teratas, kita cukup berjalan kaki melewati daerah perkampungan yang masih terawat rapi dengan deretan rumah penduduk dan gang-gang kecil yang dicat berwarna-warni. Jalanan menanjak tidak terasa karena kami disuguhi pemandangan indah di sekeliling. Walaupun kami mengunjunginya di awal musim semi tahun ini, cuaca cerah berpihak kepada kami dan para pengunjung lainnya.

Letak Mornas di Prancis Selatan.

Benteng Mornas ini cukup luas. Setidaknya memerlukan waktu 2 jam untuk mengunjunginya dengan santai. Dari ketinggian benteng ini, kita bisa menyaksikan pemandangan luas terhampar daerah Vaucluse dengan Gunung Ventoux-nya dan alamnya yang indah.


Jika Anda sudah mengenal Prancis dan sudah mengunjungi Paris dan beberapa kota ikonik lainnya, lain waktu kunjungan, sebaiknya jadikan wilayah Prancis Selatan tujuan utama mengenal alam pedesaan Prancis. Dijamin Anda akan melihat Prancis dari sisi lain.

Foto peta: vin-vigne.com via google