Like

Jumat, 16 Mei 2014

Married The French Man


Hai para cewek Indonesia!


Terima kasih bagi Anda yang mampir dan membaca blog. Yang juga membaca, mengirim komentar dan mengirim email seputar 'Dating The French'. Banyak yang menanti artikel lanjutan dari artikel tersebut. Saya akan mencoba membahas ke tahap lebih serius: Married The French Men.



Bonjour les filles...apres avoir un succes sur l'article 'Dating The French Men', voici, comme prevue, je continue 'Married The French'. Cet article dedie aux indonesiennes qui voudraient savoir des  plus l'histoire d'amour continue: est-ce qu'il sont romantics les francais; est-ce qu'ils sont serieux les francais pour le mariage; quand est-ce que le moment decisif pour se marier? etc...etc...



Kelanjutannya...



Kencan dengan cowok prancis sudah Anda jalani. Setidaknya Anda dan si dia sudah saling mengenal satu sama lain dan memutuskan untuk melanjutkan ke hubungan yang lebih serius: menikah.


Keputusan untuk menikah tidak datang tiba-tiba. Walaupun salah satu pihak (entah itu Anda atau si dia) yang menyinggung duluan. Caranya mengarah ke topik ke hubungan lebih lanjut ini bukannya tanpa sinyal. Siapkan diri Anda baik-baik, ya…

Je suis bien avec toi


Si dia sudah merasa nyaman berada di samping Anda. Tanda-tandanya, si dia selalu membutuhkan Anda di hampir sebagian aktivitasnya. Aktivitas di sini  maksudnya adalah dengan mengajak Anda untuk menemani di acara-acara teman-temannya, acara-acara kantornya atau bahkan mengajak Anda turut serta di acara-acara keluarganya.



Penting, nih!: Walaupun Anda sudah dikenalkan kepada teman-temannya, kolega-koleganya atau bahkan ke keluarga inti dan keluarga besarnya, tetapi Anda belum diajak ke acara-acara yang memerlukan keakraban, nggak usah GR dulu si dia akan melanjutkan ke hubungan yang lebih serius.



Tetapi...jika si dia mengajak Anda ke pesta perayaan Natal (yang menjadi pesta tradisi berkumpulnya keluarga inti yang terdiri dari orangtua dan saudara-saudara kandungnya), Anda boleh deh sedikit GR. Karena Anda dianggap sudah menjadi bagian dari keluarga inti.



Selain itu, tanda-tanda si dia serius dengan kita adalah ketika kita diajak berlibur bersama keluarga besarnya pada suatu musim panas, main ski bersama atau sekedar piknik atau berjemur di pinggir pantai. 


Kesempatan inipun dimanfaatkan oleh si dia dan keluarga besarnya untuk 'menilai' kita. Nggak perlu panik. Cukup dengan menjadi diri sendiri akan menghindari kita dari kepribadian palsu. Dan kita pun bisa mempergunakan kesempatan ini untuk mengenal si dia di tengah-tengah keluarganya. 

Tidak hanya bagi kita, bagi kebanyakan orang Prancis pun memperhitungkan bibit, bebet, bobot. Walaupun akhirnya, seperti yang sudah ditulis di blog 'Dating The French Men', keputusan akhir ada di si dia. Kalau si dia sudah mencintai dan memilih kita sebagai pendamping hidupnya, si dia tidak akan peduli komentar orang lain. Si dia akan memperjuangkan kita.



Veux-tu te marier avec moi?

Inilah moment yang ditunggu-tunggu : si dia melamar Anda ! 

Kaget campur bahagia pastinya, kan ? Cara melamar pria prancis ini terbilang romantis. Tidak melulu makan malam berdua lalu si dia melamar Anda dengan memberi cincin cantik. 

Di tengah-tengah di siang bolong nggak ada angin nggak ada hujan, sangat mungkin si dia bertekuk lutut di hadapan Anda. 

Cara ekstrim dan paling romantis pria Prancis yang melamar kekasihnya yang pernah saya jumpai adalah dengan melamar si kekasih hati melalui mikrofon di kereta api! Sontak saja seluruh penumpang kaget sekaligus tepuk tangan meriah, walaupun tidak melihat sosok asli di pria yang melamar dan si wanita yang dilamar. 

Nggak kehilangan akal, sang petugas kereta, membawa pasangan romantis ini keliling gerbong untuk menjawab rasa penasaran seluruh penumpang kereta.

Lain cerita jika sebagian besar dari Anda yang menganut dan melestarikan tradisi bahwa si dia harus datang melamar kepada orang tua Anda, beritahu hal ini jauh-jauh hari kepadanya agar tidak kaget. Dan Anda juga harus memberitahu dan menceritakan kepada orang tua. 

Pilihlah waktu yang tepat untuk melakukan lamaran ini. Karena, kan, biar bagaimanapun, orang tua mempunyai andil yang besar untuk mengantarkan anak-anaknya menikah kepada pria pilihannya. Dan yang perlu diingat adalah menikahkan anak-anak merupakan puncak karier mereka sebagai orang tua.

Tak perlu kuatir masalah bahasa, karena bahasa cinta adalah bahasa universal, hehe…kalau perlu penerjemah, minta tolong saudara atau teman yang menguasai bahasa Prancis. 

Kalau perlu, pada saat dilamar, Anda sudah menguasai bahasa Prancis atau lebih bagusnya lagi, si dia menguasai juga bahasa Indonesia. Kan, katanya cinta...pasti dong, mau belajar ;)

Bagaimana dengan agama?


Tergantung di mana Anda akan menikah: di Indonesia atau di Prancis? Karena terjadinya hukum pernikahan di kedua negara ini berbeda. Di Indonesia, kita hanya bisa menikah dengan orang yang memeluk agama yang sama.  

Lain hal di Prancis. Terjadinya pernikahan adalah di kantor walikota sesuai dengan domisili tempat tinggal dan sah diakui oleh negara.

Solusinya adalah duduk bersama, berbicara, 
berdiskusi dan mencari mencari jalan keluar yang disertujui bersama. Menikah di Indonesia, di Prancis atau di negara lain sama sakralnya. Yang penting adalah niat awal dari kalian berdua. Nggak perlu stres dan ambil pusing mengurus dokumen-dokumen yang seabrek-abrek, karena memang rempong mengurus pernikahan berbeda warga negara. Jadi, dibawa asyik aja, ya..dan dihadapi dengan kepala dingin.

Parlez-vous français ?

Menguasai bahasa prancis dengan baik dan benar adalah wajib jika Anda menikah dengan 
pria prancis dan memutuskan hidup di negara si calon suami

Karena itu tidak ada salahnya memulai mempelajarinya sejak awal, bahkan ketika si dia dan Anda belum berkomitmen. Walaupun di kemudian hari si dia belum berjodoh dengan Anda, ambil sisi positifnya saja untuk menambah keahlian di bidang bahasa, kan? Atau mungkin Anda akan berjodoh dengan pria-pria prancis lainnya, hehe..

Kemampuan bahasa prancis Anda akan diuji sebelum menikah dan setelah menikah untuk pengurusan dokumen. Karena dibutuhkan kemandirian untuk mengurus aneka dokumen. Tidak perlu menjadikan hal ini sebagai beban, justru sebaliknya: jalani dengan hati riang. Kan mendapat keahlian berbahasa asing lebih seru, dan demi cinta, hihi..

Hambatan selalu ada…

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam, menikah dengan pria prancis yang berbeda agama adalah masalah besar. 


Dan tidak semua wanita Indonesia beragama Islam. Banyak juga contoh si wanita Indonesia beragama kristen, si pria beragama Islam. Lalu bagaimana mengatasinya? Menurut saya, masalah ini harus jelas dari awal karena menyangkut masalah prinsip.

Di sini diuji keseriusan si dia dan Anda, untuk menjadi ´kita´. 

Bila sebagian besar dari Anda beragama Islam dan menginginkan terjadinya pernikahan di Indonesia, maka harus taat pada hukum di Indonesia yang mengharuskan pernikahan harus 1 agama. 

Bicarakan dengan si dia baik-baik sejak awal masalah ini tanpa memaksanya. Kalau kalian sudah menemukan titiknya, maka saya yakin si dia akan bersedia memeluk agama yang sama dengan Anda. 

Tetapi, jangan juga agama dijadikan alat agar si dia menikahi kita, ya. Dampingi si dia untuk mengenal agama Anda, dengan cara mengajari tanpa menggurui, memberi penjelasan yang masuk akal dan Anda juga memberi contoh mengerjakan ajaran agama Anda serta menghormati apa yang dilarang dan yang tidak. 

Dengan demikian, si dia merasa dibimbing dan tidak sendirian. Dan ingat ya, agama itu adalah hak asasi semua orang. Jangan sampai kita memaksakan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan atau diinginkan oleh pihak lain.

Hambatan lainnya selain agama adalah restu dari orang tua dan keluarga dekat (adik, kakak, saudara, sepupu, para oom dan tante, kakek atau nenek). Mereka bukannya tidak setuju pada awalnya, tetapi munculnya keraguan karena kan, si dia dan Anda berasal dari warga negara berbeda, budaya yang berbeda, adat istiadat yang sama sekali lain serta tentu saja prinsip hidup yang berbeda pula.

Menurut saya, hal tersebut wajar saja karena, kan, jangankan akan menikah dengan orang asing yang semuanya berbeda. Menikah dengan yang berbeda suka bangsa walaupun satu negara saja, perlu pertimbangan matang, kan?

Hadapi semua keraguan tersebut dengan kepala dingin. Nggak ada gunanya menjalin hubungan di belakang mereka dan diam-diam merencenakan sesuatu. Nggak baik. Biar bagaimanapun, pernikahan bagi keluarga Indonesia adalah hal yang melibatkan seluruh keluarga. Maksudnya, keluarga perlu dianggap dan ikut andil di dalamnya. Kan, kita juga memerlukan doa restu mereka.

Memang wajar sih, kalau kita berfikir ´ini pernikahan gue..gue yang mau menikah..kenapa kalian yang rempong?´ Menurut saya, buang jauh-jauh pikiran tersebut. Karena, kan, kita tidak bisa melepas atau tidak menganggap saudara-saudara kita. Lah, mereka satu darah dengan kita, kan?

Kuncinya menghadapi mereka adalah dengan mendekatkan diri dengan orang tua kita sendiri dan saudara sekandung. Komunikasi harus lancar dengan mereka. Jangan segan untuk terbuka dan menceritakan apa yang kita rasakan, bagaimana perasaan kita terhadap si dia yang warga negara prancis, serta apa rencana kita ke depannya.

Saya yakin, pasti orang tua dan saudara-saudara kandung akan berada di posisi Anda. Dan mereka rela pasang badan untuk Anda jika memang Anda yakin akan menikah dengan pria pilihan Anda. 


Nah..dari cerita di atas, seru, kan perjalanan dan lika liku asmara kewarganegaraan berbeda? Tetapi jangan sampai dibutakan oleh cinta, ya. Boleh menggunakan perasaan tetapi logika harus sejalan. Susah memang. Tapi kalau dijalani dengan tulus, ikhlas dan penuh toleransi, maka akan menjadi landasan kuat untuk menyatukan perbedaan. 



Seperti kata pepatah: asam di gunung, garam di laut bertemu di belanga.








Foto: Sophie H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar