Like

Minggu, 28 April 2013

XIII. 7. Mexico City (6): Menyaksikan Lucha Libre



Satu hal yang tidak boleh ketinggalan untuk dilihat atau ditonton ketika mengunjungi Mexico City adalah menyaksikan Lucha Libre (lu-ca li-bre). Lucha Libre atau wrestling dalam bahasa inggris adalah salah satu aksi yang wajib ditonton yang merupakan olahraga sekaligus termasuk seni pertunjukan yang cukup populer di Mexico.

Banyak tempat yang menyajikan pertunjukan populer Lucha Libre di Mexico. Salah satunya adalah di Arena Mexico yang terletak tak jauh dari pusat kota Mexico City. Pertunjukan Lucha Libre ini digelar 2 atau 3 kali seminggu, yaitu di hari selasa, jumat dan sabtu malam atau jumat dan sabtu malam. Tergantung musim bertanding.

Saya di antara para penonton Lucha Libre (kiri atas); Pertandingan pun melebar sampai ke luar ring (kanan atas); serunya lihat para wanita bertanding. Kebanyakan jejeritannya (bawah).

Setiap peserta lucha libre ini wajib mengenakan kostum dan topeng. Dan kita para penonton, tidak boleh dan tidak pernah mengetahui wajah asli para peserta. Nama-nama pun wajib mereka punyai dan dijadikan mode oleh para penontonnya yang fanatik. Misalnya Astro, Angel atau Místico.

Lucha libre ini tidak hanya diikuti oleh para peserta laki-laki, para wanita pun boleh ikut pertandingan olahraga populer ini. Nha, mereka boleh mengenakan topeng atau tidak, tergantung mereka. Lebih serunya lagi menyaksikan para wanita bertanding, mereka banyakan jejeritannya dan kalau sudah gemas dengan lawannya, mereka bisa saling tarik rambut. Ya, ampun!

Menjadi pemenang atau peserta yang kalah bukan soal besar. Yang terpenting adalah mereka menyajikan pertunjukan yang spektakuler bagi para penonton. Ya, karena lucha libre adalah bagian dari seni pertunjukan. Biasanya yang kalah, disoraki habis-habisan oleh penonton dan menghilang ke balik panggung dengan jejeritan penonton yang kadang ´mengerikan´. Sedangkan pemenangnya, dieluk-elukan.

Pertunjukan lucha libre ini sangat menarik. Dijamin akan menjadi pengalaman tak terlupakan selama mengunjungi Mexico.

Mexico, Desember 2011.
Foto: Litok Vera.

XIII. 6. Mexico City (5): Mengunjungi Rumah-Studio Diego Rivera-Frida Kahlo



Jika di blog sebelumnya saya menceritakan sedikit tentang Casa Azul (Rumah Biru) Frida Kahlo yang dijadikan museum dan dibuka untuk umum, cerita kali ini berlanjut tentang Museum dan Studio Melukis Diego Rivera dan Frida Kahlo.

Terletak di daerah San Angel, sekitar 3 km dari Coyoacán tempat Museum Frida Kahlo berada, Museum dan Studio Melukis suami-istri ini juga menarik untuk dikunjungi. Yuk, kita intip seperti apa Museo Casas Estudio Diego Rivera y Frida Kahlo ini!

Suasana Museum Rumah-Studio Diego Rivera-Frida Kahlo. Unik! Menggunakan kaktus untuk memagarai rumahnya ;)


Didesain oleh Juan O´Gorman

Adalah arstitek muda berbakat, Juan O´Gorman, yang mendesain rumah kubik atau rumah bergaya kotak ini untuk Diego dan Frida. Dengan desain minimalis, Juan O´Gorman membangun rumah masing-masing agar mempunyai studio melukis dan berkarya sendiri-sendiri.

Rumah yang didesain oleh arstitek Juan O´Gorman (atas); suasana studio Diego Rivera (kiri bawah); salah satu karya Frida Kahlo, lo que el agua me dio (kanan bawah).

Pada masanya, antara tahun 1933 – 1941, rumah unik menjadi saksi bisu akan karya-karya Diego dan Frida. Selama 8 tahun, pasangan suami istri menempati rumah sekaligus studio untuk berkarya.

Saat ini, dengan mempertahankan bentuk aslinya, Rumah dan Studio Diego-Frida dibuka untuk umum. Kita bisa mengunjungi rumah dan ruangan studio Diego-Frida dan juga rumah Juan O´Gorman yang juga berdiri di dekat Rumah-Studio Diego-Frida.

Menarik, kan? Nah, jangan lupa mengunjungi Rumah dan Studio Diego-Frida jika Anda berkunjung ke Mexico City.

Mexico City, April 2013

Rabu, 24 April 2013

XIII. 5. Mexico City (4): Mengagumi Mexico City dari Istana Chapultepec


Di bab ini saya masih melanjutkan cerita tentang Mexico City dan tempat-tempat yang seru untuk dikunjungi. Setelah sebelumnya bercerita tentang gambaran keadaan Mexico City secara umum, lalu berwisata di atas perahu menikmati kebun bunga di Xochimilco (so-ci-mil-ko) dan mengunjungi Casa Azul Frida Kahlo di Coyoacán, cerita kali berlanjut mengenal Castillo de Chapultepec (Istana Chapultepec).

Sedikit Sejarah tentang Castillo de Chapultepec…

Bangunan cantik ini dibangun pada abad ke-18 oleh penjajah Spanyol yang kala itu sedang menduduki Mexico City. Serunya, sang penjajah berinisiatif membangun konstrukti sebuah bangunan yang terletak di dataran tinggi di tengah kota Mexico City. Sayangnya tidak pernah rampung.

Pemandangan Paseo de La Reforma dari Istana Chapultepec (kiri atas); Salah satu sudut Istana Chapultepec (kanan atas); Istana Chapultepec dari halaman belakang (bawah).

Kemudian bangunan tersebut beralih fungsi menjadi Castillo de Chapultepec (kas-ti-yo de Ca-pul-te-pek) atau Istana Chapultepec yang ditempati oleh pasangan penjajah, Maximilien dan istrinya, Carlota.

Desain interior salah satu sudut di Istana Chapultepec. Lift (kiri atas); tangga di ruangan utama (kanan atas); ruang makan bergaya Raja (bawah).

Setelah masa penjajahan lewat, Istana tersebut sempat terbengkalai kemudian dengan berjalannya waktu, diperbaiki dan ditempati oleh para pemimpin negara Mexico. Salah satunya yang berjasa dan mempercantik Istana Chapultepec adalah diktator Porfirio Díaz.

Bangunan bergaya Barok dan mebel-mebel antik

Beruntungnya kami sewaktu mengunjungi Istana Chapultepec, kami berkesempatan mengintip ruangan-ruangan pribadi yang pernah ditempat Porfirio Díaz dari kamar tidur, ruangan makan sampai kamar mandi yang mempunyai desain interior yang menawan. Mengingatkan saya akan arsitektur bergaya barok yang memang jaya di Eropa pada masanya.

Kamar tidur dengan desain interior yang menawan (atas); kamar mandi yang mewah pada masanya (kiri bawah); ruang makan dengan desain interior seperti di Eropa pada masanya.


Tahukah Anda…

  • Istana Chapultepec terletak di area hijau tengah kota Mexico City.
  • Letaknya di dataran tinggi sehingga kita bisa menikmati panorama Mexico City dari atas bukit.
  • Istana Chapultepec pernah dijadikan lokasi syuting untuk beberapa adegan film Romeo dan Juliet yang dibintangi oleh Lenardo DiCaprio dan Claire Daines.
  • Di tahun 1939, Istana Chapultepec berubah fungsi menjadi museum dan dibuka untuk umum.

Menarik, kan? Saran saya, sempatkan sedikit waktu untuk mengujungi Istana Chapultepec ini ketika Anda mempunyai kesempatan menginjakkan kaki di Mexico City. Dari atas bukit, kita tidak hanya merasakan polusi tetapi juga kesibukan kota besar Mexico City.

Mexico City, April 2012
Foto: Herman