Like

Sabtu, 29 Maret 2014

XIII. 23. Mexico (22): Merida, Halte bagi Penjelajah Peradaban Maya

Salah satu kota penting dan terbesar di Semenanjung Yucatán, Merida merupakan salah satu tempat transit untuk penjelahana situs-situs bersejarah peninggalan bangsa Maya. 

Salah satu bangunan bersejarah yang terletak di jalan protokol penting di Mérida.

Letaknya yang dekat dengan Piramida Chichén Itza, Uxmal ataupun piramida-piramida yang termasuk dalam Ruta Puuc, Merida menyajikan denyut nadi kehidupan kota kolonial penting. Sayang jika dilewatkan.

Salah satu pertunjukan seni rakyat yang digelar di alun-alun kota.

Banyaknya bangunan kolonial yang dibangun mulai abad ke-17,
juga termasuk kota penghasil gastronomi mexico yang patut diperhitungkan.

Letak Mérida yang dekat dengan situs-situs peninggalan bangsa Maya.


Foto: Herman


XIII. 22. Mexico (21): Playa del Carmen, pantai di pinggir Laut Karibia yang Mendunia

Masih cerita tentang perjalanan dan pengalaman saya di Mexico. Setelah bercerita tentang ibukota negara Mexico, yaitu Mexico City, lalu berlanjut ke Propinsi Oaxaca, kota Festival Cervantino di Guanajuato, pengalaman seru Rally Mexico di Leon, sampai cerita tentang peradaban bangsa Maya.

Selain itu, saya juga pernah berbagi cerita tentang pantai, Pie de la Cuesta, yang letaknya tidak jauh dari Acapulco, pantai yang terkenal itu.

Menikmati pagi dan senja di pinggir pantai semakin yakin bahwa alam memanjakan manusia.
Nah, masih cerita tentang pantai, saya akan mengajak Anda plesiran ke Playa del Carmen, pantai di pesisir Propinsi Quintana Roo, yang letaknya tak jauh dari Cancun. Cancun sendiri sudah mendunia dengan cerita pantai-pantai yang indah, laut biru sampai tempat plesiran favorit para selebriti dunia. Saya tidak akan cerita tentang Cancun karena Playa del Carmen lebih menarik dan membumi. Berbaur dengan penduduk setempat.

Pantai..pantai..pantai

Kebetulan saat kami berkunjung ke Playa del Carmen itu cuaca sedang cerah, maka kami sengaja menghabiskan waktu leih banyak di pinggir pantai. Mulai dari berjemur, membaca buku, main voli sampai menikmati senja. 

Aneka macam kegiatan di pinggir pantai. Qué bella la vida ;))

Pantai ini terbuka untuk umum dan siapa saja berhak bermain di pinggir pantai, kecuali jika ingin lesehan atau makan di restoran pinggir pantai, ya, harus mengonsumsi makanan atau minuman di restoran yang bersangkutan.

Menikah dan merayakannya di pinggir pantai ? Boleh…

Selama 4 hari 3 malam kami tinggal di Playa del Carmen, kami menyaksikan beberapa acara pernikahan yang digelar di pinggir pantai. Disediakan juga kapel bagi mereka yang ingin mensahkan pernikahan secara agama, kemudian mengadakan pasta syukuran di pinggir pantai. Ide yang menarik dan menjadi populer bagi penduduk mexico dan orang-orang asing.

Menikah dan pesta syurkuran di pantai menjadi pilihan banyak orang di tepi pantai Playa del Carmen. Siapa tahu nanti giliran Anda?

Bagi yang tertarik kemari…

·         Menggunakan pesawat terbang dari Mexico (2 jam terbang) atau kalau mau hemat bisa naik bus kurang lebih 18 jam. Tergantung bujet yang kita miliki.
·         Harga penginapan di Playa del Carmen bervariasi. Semakin dekat ke pantai, semakin mahal. Tipe penginapan juga bervariasi, mulai dari losmen yang murah meriah sampai hotel berbintang-bintang yang mahalnya tergantung kemampuan masing-masing turis.
·         Makanan dan minuman lokal juga masih terjangkau harganya. Saran saya, sih, sebaiknya bersantap di restoran lokal. Rasa makanan dijamin cita rasa lokal yang asli. Kecuali jika Anda jika mencoba menu gastronomi. Lagi-lagi tergantung bujet masing-masing orang, sih.
·         Tidak perlu heran jika ada beberapa restoran, toko suvenir atau jasa pijat menggunakan tarif USD karena memang banyak sekali turis amerika atau turis asing lainnya yang menggunakan mata uang USD.

Di sini nih, letak Playa del Carmen, di pinggir Laut Karibia. 

·         Menghabiskan beberapa hari di Playa del Carmen memang menyenangkan, walaupun menurut saya tidak mirip dengan liburan lokal ala orang-orang mexico. Toh nggak ada salahnya jika sudah berkunjung kemari dan menjadi saksi hidup bahwa anggapan plesiran ke Mexico, ya, harus menginjakkan kaki di Cancun dan Playa del Carmen. Setuju?



Foto: Herman

XIII. 21. Mexico (20): Mengarungi Chiapas, Jantung Peradaban bangsa Maya (2)



1.      Cañon del Sumidero: berpetualang di tengah-tengah keindahan alam

Chiapas terkenal dengan keindahan alamnya. Mengunjungi Cañon de Sumidero yang terletak sekitar 102 km bagian barat San Cristobal de Las Casas adalah pilihan yang tepat. Perjalanan menyaksikan keindahan Cañon del Sumidero dengan berlayar di atas Sungai Grijalva dengan perahu kecil, tidak terasa membosankan dengan jarak tempuh 64 km selama 2 jam.


Pemandangan ini diambil dari perahu dengan kapasitas kira-kira 20 orang. 

Sepanjang melewati tebing-tebing tinggi yang dibelah sungai Grijalva, kami melihat keindahan alam flora dan fauna yang beragam. Tak ketinggalan burung-burung berkicau sampai buaya yang sedang berdiam diri di airpun bisa kami abadikan dari perahu kecil yang kami tumpangi.


Ini dia tebing alami yang berbentuk seperti pohan Natal.

Di tengah-tengah perjalanan, kami melewati tebing tinggi yang jika musim hujan berfungsi sebagai air terjun dan tebing tersebut berbentuk menyerupai pohon Natal. Ini sungguh fenomena alam yang menakjubkan.

2.      Agua Azul,

Keindahan alam yang menakjubkan lainnya adalah perjalanan menuju Situs Palenque (situs tertua peninggalan Peradaban bangsa Maya yang pernah saya bahas beberapa waktu lalu di Daily Sylvia). Dari San Cristobal de Las Casas ke bagian arah utara sekitar 200 km, ada 2 (dua) tempat indah untuk dikunjungi, yaitu air Agua Azul, yang artinya air yang berwarna biru dan Cascada Misol – Há atau air terjun Misol – Há.

Agua Azul mempunyai daya tarik yang membuat pengunjung ingin segera ´nyebur´ berbaur dengan kebiruannya yang indah. Warna ajaib ini benar-benar kado dari alam. Penduduk setempat mengatakan bahwa bulan maret – mei adalah periode ideal untuk ´berendam´ di Agua Azul. Jika kami berkunjung di musim penghujan antara agustus – november, si air biru berubah warna menjadi air cokelat atau Agua Café.


Inilah air terjun dengan air yang berwarna biru, karena itu disebut Agua Azul (Air berwarna biru). 

Kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk mengagumi keindahan Agua Azul ini, yang bentuknya berbukit-bukit, menyerupai air terjun yang tidak terlalu tinggi namun memanjang. Disini, nih, pentingnya membawa baju renang atau bikin karena jangan lewatkan kesempatan untuk berendam dan berenang, asal hati-hati terbawa arus yang cukup kuat.

3.      Cascada de Misol – Há, air terjun alami

Setelah berendam dan berenang menikmati Agua Azul, mengunjungi pemberhentian selanjutnya membuat kita semakin jatuh cinta pada alam Chiapas. Berjarak kurang lebih 1 jam dari Agua Azul, air terjun Misol – Há menawarkan berendam di sebuah kolam alam raksasa dengan percikan air terjun yang jernih. 


Ini dia air terjun Misol Ha..mirip seperti di Maribaya ya? hehe...

Di sekeliling air terjun, kami bisa menikmati keindahan alam lainnya berupa gua yang kecil dan bisa merasakan percikan air yang merembas melalui celah-celah dinding tebing. Hati-hati dalam melangkah, karena selain licin, jalanan setapak sekeliling air terjun cukup terjal.

4.      Palenque: Situs Tertua Peradaban Tertua bangsa Maya

Situs tertua peninggalan bangsa Maya ini menjadi akhir perjalanan kami di Chiapas. Terletak di tengah-tengah hutan Chiapas, Palenque benar-benar mempunyai daya tarik tersendiri. Cerita tentang Palenque, sudah dimuat beberapa waktu sebelumnya di DailySylvia (Menyelami Dunia Maya, part 1).


Situs Palenque. Tulisan lengkapnya bisa dibaca juga di blog ini.

Yang menarik selama perjalanan kami di Chiapas:
1.       Mereka tabu dipotret

Hal unik yang kami jumpai selama mengarungi Chiapas adalah penduduk setempat menolak untuk dipotret, walaupun dengan izin mereka terlebih dahulu. Menurut kepercayaan orang-orang indian Chiapas, hal ini sama dengan kita mengambil jiwa mereka. Karena itu, jangan sekali-kali memotret tanpa izin karena pengaruh kebudayaan lokal dan aura mistis yang kuat dipercaya akan mempengaruhi hidup kita.

2.       Malu Bertanya = Jalan – jalan, dong..

Buku pedoman jalan-jalan atau pemandu wisata memegang peranan penting dalam penjelajahan di Chiapas. Tapi, kan, nggak selamanya kami didampingi oleh pemandu wisata. Kalaupun membawa buku, kami tidak membukanya di depan umum, takut ketahuan kalau kami adalah turis. Lah, padahal, sih, secara fisik jelas-jelas kami bukan ´bentuk fisik´ penduduk lokal. Cerita malu bertanya mari jalan – jalan ini terjadi ketika kami ini bermaksud menuju Templo de Guadalupe yang terletak di sebelah barat pusat kota San Cristobal de Las Casas. Terlalu percaya diri tidak bertanya kepada penduduk setempat membuat kami mblusuk ke jalan-jalan perkampungan yang tidak tampak di peta buku pemandu. Hasilnya ? Kami ´nyasar´ ke cafe kecil di pinggir jalan yang baru buka, yang belum tampak papan pengumumannya. Lalu mampir ke tempat penginapan warga setempat yang disulap jadi guest house ala homestay sampai mampir ke butik rumahan milik penduduk setempat.

3.       Sesama turis diperbolehkan langsung akrab

Beberapa penjelajahan Chiapas, ada yang kami lakukan secara mandiri dan menggunakan jasa tur dengan pemandu wisata, yang pastinya tergabung dengan turis-turis lainnya dari mancanegara. Sebagian besar dari mereka tidak berbahasa spanyol. Bahasa inggris dan prancis dominan pada waktu kami mengikuti tur. Yah, namanya juga orang Indonesia dan kami berbahasa prancis, jadilah langsung sok akrab dengan turis-turis prancis. Untungnya mereka juga welcome dan ramah. Jadi, perjalanan tur seharian penuh itu jadi penuh warna dan gelak tawa.

Letak Chiapas di jantung Mexico.

Penting, nih…

  1. 1.       Antara bulan maret sampai dengan bulan mei adalah waktu yang paling tepat mengunjungi Propinsi Chiapas. Tidak panas, tidak hujan. Alam Chiapas memanjakan kita dengan memamerkan kekayaan alam yang mereka miliki.
  2. 2.       Bawa perlengkapan perjalanan seperlunya. Yang jelas sepatu yang nyaman, topi, kacamata hitam dan sunblock tidak boleh ketinggalan. Kamera? Tentu saja, dong, tidak boleh ketinggalan.
  3. 3.       Siapkan uang tunai agak berlebih. Atau cari mesin penarik uang di tengah kota karena kita memerlukannya untuk membayar apapun secara tunai. Mulai dari penginapan, tempat makan sampai membeli cindera mata khas Chiapas. Simpan uang di beberapa tempat yang berbeda untuk keamanan kita sendiri.
  4. 4.       Sediakan waktu minimal 7 hari untuk menjelajah sebagian besar wilayah Propinsi Chiapas.
  5. 5.       Yang paling penting dari semuanya adalah mempunyai tempat seperjalanan yang menyenangkan dan mempunyai minat dan jiwa yang sama untuk menjelajah. Karena, Chiapas menawarkan banyak hal menarik dan penuh tantangan, yang mengundang rasa keingintahuan kita.



Cerita tentang Chiapas bagian 2 juga ada di Dailysylvia