Like

Minggu, 02 Februari 2014

XIII. 11. Mexico (10): Pie de la Cuesta, pantai pilihan dekat Acapulco

Apalah arti pantai yang sesungguhnya bagi Anda yang lahir dan besar di negara yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau? Bagaimana perasaan Anda jika diajak ke pantai atau pulau yang katanya paling indah seantero negeri?

Karena telenovela…

Adalah pantai Pie de la Cuesta, Mexico bagian barat, dengan jarak tempuh 5 jam dengan mengendarai monil dari Mexico City. Ceritanya, saya dan beberapa teman menghabiskan akhir pekan di tepi pantai dengan tujuan menghirup udara segar sekaligus menghilang dulu dari polusi yang cukup tinggi di ibukota Mexico tersebut.

Suasana pantai Pie de la Cuesta.

Sering dengar tentang Acapulco? Kalau jawabannya ya, pantai Pie de la Cuesta terletak kurang lebih 15 km dari pantai Acapulco. Dulu sebelum menjejakkan kaki di Mexico, kata ´Acapulco´ cukup sering terdengar dari beberapa seri telenovela yang wira wiri di stasiun TV lokal Indonesia. Siapa sangka saya bisa menjejakkan kaki di sana, untuk menyaksikan kemansyurannya. Sayangnya, saya tidak bermalam di pantai Acapulco karena kami lebih memilih ketenangan di Pantai Pie de la Cuesta, yang memang tidak padat dengan turis.

Berjemur dan menikmati matahari senja…

Pantai Pie de la Cuesta ini cukup cantik dengan panorama sunset yang tidak kalah menarik dengan pantai-pantai lain di dunia yang telah saya singgahi. Sayangnya, ombak terlalu besar, jadi kami tidak bisa berenang terlalu jauh. Duduk-duduk sambil berjemur cantik di pinggir pantai dan menikmati matahari terbenam hari adalah pilihan yang lebih menarik.

Menikmati matahari senja. Pantai serasa milik sendiri, hehe..

Selain itu, yang menarik di pantai ini adalah menikmati pagi hari dengan berjogging dan sarapan di pinggir pantai. Dua hal ini kelihatannya tidak terlalu istimewa bagi Anda yang akrab dengan suasana pantai. Tetapi tidak bagi kami. Dua hal ini merupakan hal yang priceless karena kami tidak tinggal di tepi pantai. Kami tinggal di ibukota yang sarat dengan hiruk pikuk dan kesibukan kota metropolitan serta tingginya polusi yang sering membuat sesak nafas.

Di sini, nih, letak pantai Acapulco.

Tetap istimewa…

Walaupun pantai Pie de la Cuesta ini biasa saja – menurut saya – tetapi terasa istimewa karena kami bisa melarikan diri sejenak dari rutinitas kota metropolitan yang monoton.

Jadi, kalau Anda ada waktu sewaktu mengunjungi Mexico, tidak ada salahnya meluangkan waktu minimal 2 hari untuk mengenal pantai ini.

Rabu, 01 Januari 2014

1 Januari 2014

Bonjour..Hai..Hola..Hello...

Selamat tahun baru 2014!
Meilleurs voeux..
Best wishes..

Ucapan-ucapan selamat tahun baru agar menjadi tahun yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya menjadi awal pembuka hari pertama di tahun 2014 ini.

Kami merayakannya dengan sederhana di suatu pedesaan di daerah pegunungan di tenggara Prancis bersama penduduk lokal, lengkap dengan masakan khusus untuk santap malam akhir tahun. Cukup seru untuk berganti suasana. Karena saat ini kami menetap di daerah Isère, Prancis yang memang dikelilingi pegunungan, kami ingin menikmati pergantian tahun ala penduduk lokal.

Keesokan harinya, kami memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar pegunungan. Semacam hiking tapi jalan santai. Tak disangka, kami berhasil mencapai ketinggian di 1290 meter dengan total hiking sejauh 9 km yang kami tempuh dalam waktu 3 jam 15 menit. 

Pemandangan yang tersaji di 1 januari 2014.


Sepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan. Udara yang sejuk (cenderung dingin, sih. Antara 7 - 9 derajat) dan sinar matahari yang royal menemani kami menikmati alam yang bersahabat. Selain itu, masih ada sisa-sisa salju yang turun minggu lalu, menambah cantik suasana pegunungan.

Resolusi tahun 2014 ini, saya tidak ingin muluk-muluk. Yang penting sehat, berkah dalam hidup berumah tangga, selalu terjalin silaturahmi yang baik antar keluarga dan teman, menjadi manusia yang lebih baik dengan menerima aneka kelemahan dan kelebihan orang-orang. Yang terakhir ini penting karena saya tinggal di perantauan yang tentunya sikap toleransi yang tinggi sangat diperlukan, mengingat saya bertemu dengan aneka macam sifat penduduk lokal dan penduduk dari negara lain juga. Selain itu, keinginan yang lain adalah meneruskan menulis blog dan berbagi tentang hidup nomaden. Kali ini tentang Prancis bagian tenggara. 

Sekali lagi...selamat tahun baru 2014!







Selasa, 31 Desember 2013

Our Big Project in 2013

Hai..hola..hello..

Lagi-lagi sudah lama saya tidak update blog, walaupun ada, sih, beberapa posting, tetapi tidak rutin.

Nah, ada alasannya mengapa saya kurang rutin update blog. Bukan karena bosan atau kurang bahan posting-an (ini justru banyak dan masih antri beberapa artikel tentang Mexico yang belum seluruhnya saya ceritakan, lalu ada cerita tentang musim panas di Paris, tentang penjelajahan ke tanah leluhur di tanah Jawa sampai cerita terbaru tentang perjalanan hidup saya yang akhirnya pindah dari Mexico ke Prancis, (tentunya mampir dulu ke Indonesia).

Memilih perjalanan hidup dan menjalaninya…

Saat memutuskan hidup nomaden, ada saatnya saya berlabuh. Bukan hanya berlabuh untuk menetap untuk hidup di suatu tempat, tetapi memilih hati untuk berlabuh. Inilah salah satu proyek besar saya di tahun 2013. Ya! Akhirnya saya memutuskan untuk menikah dengan pria pilihan. Bukan waktu yang sebentar untuk sampai pada tahapan pilihan ini. Tidak mudah. Karena kami berasal dari berbagai latar belakang yang serba berbeda: mulai dari negara, budaya sampai kebiasaan. Kalau bukan karena jalanNya dan karena cinta, manalah kami bisa mengatasi semua ini…

Dengan adanya proyek besar ini, maklum ya, kalau blog agak terbengkalai. Urusan hidup pribadi untuk hal ini tentu butuh fokus. Setuju, kan?

Kalau saya lihat kilas balik awal tahun 2013, keinginan saya adalah menulis blog dalam 4 bahasa: Indonesia, inggris, prancis dan spanyol. Terlalu ambisius ya, sebenarnya? Tergantung dilihat dari segi apa. Karena tujuan saya waktu itu adalah mengasah seluruh kemampuan bahasa yang saya pelajari agar menjadi sempurna. Tahapannya adalah tidak segan membaca dan menulis dengan tekun bahasa-bahasa yang saya kuasai itu. Tetapi, karena proyek besar ini menguras pikiran dan tenaga, akhirnya saya harus membuat prioritas di tahun 2013 dan untuk fokus dulu ke proyek besar ini, yaitu pernikahan.


Ketika kami mengatakan ´bersedia….´

Rangkaian upacara pernikahan yang kami pilih adalah adat Jawa. Karena kedua orang tua dan para para leluhur saya berasal dari Jawa, ditambah saya adalah anak perempuan satu-satunya dari 3 bersaudara (kakak dan adik saya laki-laki).

Sebelumnya, tentu ada perdebatan untuk melakukan rangkaian upacara yang seperti apa. Calon suami berasal dari Prancis, saya dari Indonesia. Tadinya kami ingin menikah secara sederhana ala prancis di daerah kastil di Prancis Selatan. Orangtua kami menyerahkan seluruh keputusan di tangan kami. 

Tetapi nasib berkata lain, akhirnya kami memutuskan untuk menikah dengan adat Jawa lengkap. Hal ini kami lakukan untuk menghormati orangtua, melestarikan budaya Jawa dan membahagiakan orangtua. Dan calon suami dan keluarganya pun menyetujui dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian upacara adat yang seluruhnya berlangsung selama 4 hari.

Kilas balik 2013 dan Resolusi 2014…

Bersyukur karena tahun 2013 ini berlimpah ruah nikmat yang saya peroleh. Selain proyek besar berjalan lancar, diberikan kesehatan dan saya bisa menghabiskan waktu lebih lama di Indonesia bersama orang tua, nenek, keluarga besar dan sahabat-sahabat tercinta. Tentu juga saya tidak sendiri lagi, hehe…sekarang ada suami yang siap berbagi suka dan duka.

Nah, waktunya saya memulai hidup baru, harapan baru, resolusi baru, dan bersyukur atas nikmatnya. Nah, bagaimana dengan Anda?

Selamat tahun baru 2014…
Happy New Year 2014..
Bonne Année 2014..
Feliz Año Nuevo 2014..